JAKARTA, KOMPAS.TV - Aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang hendak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, tertahan di kawasan Gedung UOB, Jalan Sudirman, Selasa (18/8/2026).
Massa mahasiswa sempat terlibat perdebatan dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomun Hutagalung.
Perdebatan terjadi ketika mahasiswa mempertanyakan alasan mereka tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI.
Baca Juga: Polisi: 21 Orang Diamankan Jelang Demo Jakarta, Bawa Petasan hingga Botol Diduga untuk Molotov
Mahasiswa juga mempertanyakan larangan penggunaan pengeras suara atau toa dari mobil komando selama aksi.
"Saya minta tidak pakai toa," ujar Reynold kepada mahasiswa di sekitar kawasan UOB, Sudirman, Jakarta.
Mahasiswa kemudian mempertanyakan alasan penggunaan pengeras suara tersebut tidak diperbolehkan.
"Enggak bisa, apa perbedaannya?" tanya salah seorang mahasiswa.
Hingga saat itu, massa BEM UI masih tertahan di kawasan Sudirman dan belum dapat melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI yang sebelumnya ditetapkan sebagai titik aksi.
Sebelumnya BEM UI Tetapkan Bundaran HI sebagai Titik AksiBEM UI sebelumnya menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Larang Personel Bawa Senpi saat Amankan Demo, Gas Air Mata Harus Seizin Kapolda
Sekitar 500 mahasiswa UI diperkirakan mengikuti aksi tersebut. Sementara jika digabungkan dengan mahasiswa dari sejumlah kampus lain, jumlah massa yang terdata mencapai sekitar 1.000 orang.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan sebelumnya mengatakan mahasiswa tetap akan menggelar aksi di Bundaran HI.
"Tetap di HI," kata Yatalathof saat ditanya mengenai titik aksi.
Aksi tersebut mengusung tema "Rebut Kemerdekaan" dan membawa delapan tuntutan.
Di antaranya menghentikan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN).
Mahasiswa juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Tuntutan lainnya mencakup reformasi agraria, penghentian pemusatan kekuasaan, penetapan status bencana nasional untuk Sumatera dan Flores, serta penghentian apa yang mereka sebut sebagai represivitas TNI-Polri.
Baca Juga: 8 Tuntutan BEM UI dalam Demo Hari Ini: Hentikan KKN hingga Turunkan Harga BBM
Berikut delapan tuntutan tersebut:
- Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
- Menghentikan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
- Mewujudkan reformasi agraria sejati.
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
- Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan MBG (Makan Bergizi Gratis) dan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih).
- Menghentikan pemusatan kekuasaan dan mengembalikan otonomi daerah.
- Menetapkan status bencana nasional untuk Sumatera dan Flores.
- Menghentikan represivitas TNI-Polri serta membubarkan Yonif TP.
Baca Juga: Demo BEM UI di Bundaran HI, Polda Metro: Kami Siapkan Lokasi Unjuk Rasa di Depan UOB Dukuh Atas
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- BEM UI
- demo Bundaran HI
- demo Jakarta
- demo hari ini
- demo BEM UI
- demo mahasiswa






Komentar (0)