Penembakan di Sekolah Menengah Filipina: Dua Siswa Tewas Termasuk Pelaku

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Dua siswa tewas dalam penembakan di sebuah sekolah menengah di Kota Zamboanga, Filipina bagian selatan, Selasa (18/8). Salah satu korban merupakan pelaku penembakan.

Dilansir Reuters, pejabat setempat mengatakan situasi di sekolah kini telah terkendali. Insiden tersebut menjadi kasus penembakan di sekolah kedua di Filipina dalam waktu kurang dari dua bulan.

Penembakan terjadi di sekolah yang berada di bawah naungan . Berdasarkan laporan awal kepolisian, pelaku membawa pistol dan senapan ke lingkungan sekolah.

Pelaku kemudian melepaskan tembakan ke arah siswa yang berada di dalam ruang kelas.

Polisi menyebut pelaku merupakan siswa kelas 9. Setelah menembak seorang siswa laki-laki yang duduk satu tingkat di atasnya, pelaku mengakhiri hidupnya.

Presiden universitas, Ernald Andal, memastikan tidak ada lagi penembakan aktif di sekolah tersebut. Tidak ada korban tambahan yang dilaporkan.

“Kami tidak ingin hal-hal seperti ini terjadi. Kami ingin memprioritaskan keselamatan seluruh siswa kami,” kata Andal.

Belum diketahui penyebab siswa tersebut melepaskan tembakan.

Terjadi Setelah Penembakan di Tacloban

Insiden tersebut terjadi setelah penembakan di sebuah sekolah menengah negeri di Kota Tacloban pada 22 Juni lalu. Dalam insiden itu, sedikitnya tiga siswa tewas dan sekitar 20 orang lainnya terluka setelah dua siswa melepaskan tembakan di lingkungan sekolah.

Penembakan di sekolah tergolong jarang terjadi di Filipina. Negara tersebut memiliki aturan kepemilikan senjata yang relatif ketat, termasuk pemeriksaan latar belakang dan evaluasi psikologis bagi pemilik senjata.

Meski demikian, senjata api ilegal masih beredar di masyarakat.

Saluran berita ANC memperlihatkan sejumlah siswa dan orang tua berkumpul di luar gerbang sekolah setelah insiden. Polisi dan tentara bersenjata juga dikerahkan ke lokasi.

Tim penyelidik tiba di tempat kejadian perkara untuk melakukan pemeriksaan.

Sekolah tersebut merupakan bangunan lima lantai yang berdiri di atas lahan seluas 8 hektare atau sekitar 19,8 acre. Kompleks itu digunakan untuk kegiatan belajar siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Insiden penembakan tersebut terjadi kurang dari 10 hari setelah kasus serupa di Thailand.

Dalam insiden yang terjadi di pinggiran Bangkok itu, seorang siswa melakukan aksi penembakan di sebuah sekolah. Kasus tersebut juga mendapat perhatian luas di Thailand.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tujuh bayi di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh lahir pada HUT Ke-81 RI
• 14 jam lalu
0
thumb
Polda NTT Turunkan Tim Psikologi untuk Gelar Trauma Healing dengan Teknik USEFT bagi Korban Gempa
• 22 jam lalu
0
thumb
2.119 Gempa Susulan di Flores NTT, Masyarakat Waspada Bangunan Rusak
• 2 jam lalu
0
thumb
Trump Ingin Caplok Selat Hormuz Jadi Wilayah AS
• 6 jam lalu
0
thumb
Rumah Jadi Lapak Narkoba, Mertua dan Menantu Diciduk, Sabu 5,56 Gram Disita
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.