VIVA – Perubahan iklim bukan lagi sekadar persoalan suhu bumi yang semakin panas atau cuaca yang sulit diprediksi. Dampaknya perlahan terasa dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan manusia.
Menariknya, siklus menstruasi juga mulai dikaitkan dengan perubahan kondisi lingkungan. Suhu yang semakin tinggi, gelombang panas, stres akibat bencana, hingga perubahan pola hidup dapat memberikan tekanan pada tubuh.
Kondisi itulah yang berpotensi ikut memengaruhi sistem hormon yang mengatur siklus menstruasi. Lantas, apa sebenarnya hubungan perubahan iklim dengan siklus menstruasi? Berikut beberapa faktor yang perlu Anda ketahui, sebagaimana dirangkum Viva dari Science Direct, Selasa, 18 Agustus 2026.
1. Suhu panas bisa membuat tubuh lebih stres
Salah satu dampak perubahan iklim yang paling terasa adalah meningkatnya suhu dan frekuensi gelombang panas. Ketika tubuh terus-menerus terpapar suhu tinggi, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normal.
Kondisi ini dapat menjadi stres fisiologis. Dalam situasi tertentu, stres pada tubuh dapat memengaruhi berbagai fungsi hormonal, termasuk sistem hormon yang berperan dalam mengatur reproduksi.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa penelitian mengenai hubungan langsung antara suhu ekstrem dan keterlambatan menstruasi masih terus berkembang. Jadi, bukan berarti setiap kali cuaca panas, menstruasi Anda otomatis akan terlambat.
2. Hormon dapat ikut terdampak
Siklus menstruasi sangat bergantung pada keseimbangan hormon. Otak, ovarium, dan organ reproduksi bekerja dalam sebuah sistem yang saling berhubungan untuk mengatur ovulasi dan menstruasi.
Ketika tubuh mengalami tekanan akibat kondisi lingkungan yang ekstrem, sistem tersebut berpotensi ikut terganggu. Beberapa penelitian mengenai paparan suhu tinggi juga menunjukkan adanya perubahan pada hormon reproduksi perempuan.
Selain itu, suhu tubuh perempuan memang secara alami berubah sepanjang siklus. Setelah ovulasi, suhu inti tubuh biasanya sedikit meningkat karena pengaruh hormon progesteron. Ketika fase tersebut bertepatan dengan cuaca yang sangat panas, tubuh bisa menghadapi beban panas yang lebih besar.
3. Perubahan iklim dapat meningkatkan stres
Hubungan perubahan iklim dengan menstruasi tidak selalu terjadi secara langsung. Dampaknya juga bisa melalui kondisi psikologis.






Komentar (0)