Jakarta, VIVA – Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID menilai pembentukan National Mineral Stockpile merupakan instrumen untuk menjaga ketersediaan bahan baku industri sekaligus memperkuat posisi negara dalam mengelola komoditas strategis di tengah potensi gangguan rantai pasok global.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan pembentukan stok mineral nasional ini memungkinkan pemerintah tidak hanya mengandalkan mekanisme pasar dalam mengelola hasil pertambangan, namun negara dapat menentukan sebagian komoditas yang perlu disimpan sebagai cadangan dan waktu yang tepat untuk melepasnya ke pasar.
“Ada kelemahan dengan kekayaan alam kita ini. Bagaimana kalau kita mewujudkan National Mineral Stockpile supaya bisa mengatur kapan barang kita lepas, kapan barang kita simpan,” kata Maroef dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi relevan karena mineral strategis tidak hanya memiliki nilai ekonomi sebagai komoditas perdagangan, tetapi juga menjadi bahan baku bagi berbagai industri nasional.
Disampaikan dia, dengan adanya cadangan nasional, sebagian produksi mineral dapat disimpan untuk mengantisipasi perubahan kondisi pasar maupun gangguan pasokan, sehingga kebutuhan industri di dalam negeri mempunyai penyangga yang lebih kuat.
Maroef mengatakan konsep serupa juga dapat dipertimbangkan untuk batu bara. Pemerintah dapat menyiapkan sistem dan fasilitas penyimpanan sehingga komoditas tertentu tidak harus seluruhnya dilepas ke pasar ketika produksi tersedia.
Ia mencontohkan mekanisme penyimpanan komoditas yang diterapkan sejumlah negara sebagai referensi bagi Indonesia dalam merancang kebijakan serupa. “Kita bisa lihat bagaimana Malaysia mengendalikan CPO dunia internasional karena dia punya stockpile untuk kapan keluar, kapan simpan,” ujarnya.
Sejumlah negara juga telah menjadikan cadangan mineral sebagai bagian dari kebijakan ketahanan pasokan. Korea Selatan misalnya, memiliki kebijakan critical mineral stockpiling melalui lembaga pemerintah, antara lain Korea Mine Rehabilitation and Mineral Resources Corporation (KOMIR) dan Public Procurement Service (PPS) untuk mengantisipasi gangguan rantai pasok.
Jepang menerapkan sistem penyimpanan nasional untuk sejumlah logam strategis melalui Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC). Amerika Serikat juga memiliki National Defense Stockpile sebagai instrumen untuk menjaga ketersediaan material strategis.






Komentar (0)