Pasukan Ukraina Terus Menyerang Kilang Minyak, Rusia Akui Terjadi Kelangkaan Bahan Bakar Minyak 

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com  Pemerintah Rusia pada Jumat (14/8/2026) mengakui bahwa seiring meningkatnya serangan Ukraina terhadap kilang minyak di Rusia, sejumlah wilayah kini menghadapi kelangkaan bensin baru.

Menurut laporan Euronews, selama beberapa bulan terakhir Ukraina terus menggunakan drone dan rudal untuk menyerang fasilitas energi Rusia, dengan tujuan menghantam salah satu sumber pendapatan penting yang mendukung militer Rusia. Pada 14 Agustus, Rusia mengakui bahwa negaranya kembali menghadapi kekurangan bensin.

Menurut laporan tersebut, Rusia telah menutup sebuah kilang minyak besar di Orsk, yang berjarak sekitar 1.300 kilometer dari garis depan. Kilang tersebut akan ditutup selama enam bulan setelah baru-baru ini mengalami serangan.

Pemerintah Rusia dalam sebuah pernyataan di media sosial mengatakan bahwa pasokan bahan bakar di SPBU di berbagai wilayah Rusia sedang mengalami tekanan. Perusahaan-perusahaan minyak sedang mengambil langkah yang diperlukan untuk meningkatkan pasokan ke “wilayah yang paling rentan”.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa pemerintah Rusia telah mengadakan pertemuan untuk membahas masalah kelangkaan bahan bakar. Wakil Perdana Menteri yang membidangi energi, Alexander Novak, telah memerintahkan pemantauan ketat terhadap harga bahan bakar.

Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan dan pemilik kendaraan di Rusia berulang kali mengalami kelangkaan bahan bakar. Hampir setiap wilayah Rusia pernah memberlakukan pembatasan penjualan bahan bakar atau bentuk penjatahan lainnya, termasuk larangan mengisi bahan bakar ke dalam jeriken.

Krasnodar, wilayah di pesisir Laut Hitam yang terkenal sebagai kawasan wisata pantai, menjadi salah satu daerah yang paling terdampak.

Gubernur Krasnodar, Venyamin Kondratyev, mengatakan bahwa kondisi pasokan bensin di SPBU semakin sulit. Perusahaan minyak kembali mulai membatasi jumlah bahan bakar yang disalurkan dan memperpendek jam operasional SPBU.

Menurutnya, situasi tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga dan wisatawan di wilayah tersebut.

Menurut Bloomberg, Oblast Orenburg telah menerapkan sistem penjatahan bahan bakar. Hanya kendaraan dengan nomor pelat tertentu yang diizinkan membeli bensin dan solar dalam jumlah terbatas.

Gubernur Orenburg pada Kamis, 13 Agustus, mengonfirmasi bahwa kilang minyak Orsk telah ditutup, dan proses perbaikannya akan memakan waktu beberapa bulan.

Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri pada Juni lalu untuk pertama kalinya mengakui bahwa pasokan bahan bakar Rusia sedang menghadapi “kekurangan tertentu.”

Laporan terjemahan reporter Jin Hong / Editor Li Quan 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KKI Diluncurkan BI, Mensesneg Sebut Bisa Jadi Upaya Dorong Kredit Murah
• 21 jam lalu
0
thumb
Potret Yaqut Jelang Sidang Perlawanan di PN Jakpus
• 6 jam lalu
0
thumb
Walber Mota Bek Persebaya Sebut Hasil Positif Pramusim Jadi Modal Hadapi Musim 2026/2027
• 2 menit lalu
0
thumb
Jadwal Drawing AFC Champions League Two 2026-2027 Hari Ini: Persib Tahu Lebih Awal Siapa Lawan Sebelum Segel Slot Terakhir
• 11 jam lalu
0
thumb
Pertunjukan Tari Kecak Ramaikan Harmoni Kemerdekaan di SCBD
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.