Trump Ancam Bombardir Oman Jika Halangi Kesepakatan soal Selat Hormuz

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mewanti-wanti Oman untuk tidak mengganggu kesepakatan dengan Iran mengenai Selat Hormuz. Trump mengancam akan membombardir Oman jika hal itu terjadi.

Dilansir The Guardian, Selasa (18/8/2026), hal tersebut disampaikan Trump saat wawancara dengan Fox News. Trump mengancam akan membombardir Oman jika menghalangi kesepakatan dengan Iran mengenai Selat Hormuz.

"Jika Oman menghalangi, kita akan membombardir mereka habis-habisan, kata Trump.

Baca juga: Menantu Trump Akan Bertemu Netanyahu Usai Pertemuan dengan Hamas

Sementara itu, menurut unggahan jurnalis Fox News, Trey Yingst di X mengatakan Trump menyerukan agar Iran menyerah. Kata Yingst, Trump meminta Iran segera mengibarkan bendera putih.

"Iran harus mengibarkan bendera putih tanda menyerah," katanya.

Trump Sesumbar Bakal Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS

Trump, dalam pernyataan sebelumnya, mengatakan bahwa dirinya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran dalam perang.

"Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," tegas Trump saat berbicara dalam kunjungan ke Akademi Kepolisian Nassau County yang baru di Garden City, New York, pada Jumat (14/8).

Presiden AS itu juga menegaskan bahwa blokade AS terhadap Selat Hormuz akan tetap diberlakukan, sembari menyatakan bahwa "tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya".

Isu Selat Hormuz terus menjadi perdebatan dan perselisihan dalam konflik antara Iran dan AS, dengan upaya diplomasi membahas pembukaan kembali jalur perairan strategis itu gagal membuahkan hasil konkret.

Para pejabat Iran telah berulang kali menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama AS terus melakukan intervensi di kawasan, terutama memberlakukan blokade laut. Teheran juga menuduh Washington gagal memenuhi ketentuan dalam nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara.

Trump sebelumnya mengklaim bahwa AS memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz dan meyakini akan dapat mempertahankan kendali tersebut. Namun juru bicara komando terpadu militer Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaqari, langsung membantah klaim Trump tersebut.

"Tidak ada satu pun kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran," tegasnya.

Baca juga: Trump Pangkas Latihan Militer AS dan Korsel Demi Korut




(whn/yld)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bantu Korban Gempa NTT, Askrindo Salurkan Kebutuhan Dasar Pengungsi
• 16 jam lalu
0
thumb
25×15 Meter Merah Putih Membentang di Tebing KM 5 Makale, MAPALA 45 Makassar Kembali Peringati Kemerdekaan dengan Cara Berbeda
• 18 jam lalu
0
thumb
BPK: LK Kementan serta Bapanas masing-masing peroleh opini WTP dan WDP
• 4 jam lalu
0
thumb
Komisi III DPR Kebut Pembahasan RUU Perampasan Aset, Target Disahkan Desember 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Google Beli Data Maskapai Bangkrut Spirit Airlines Rp178 Miliar untuk Latih AI
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.