HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Jawa Barat berlangsung dengan pemandangan yang berbeda di Halaman Gedung Sate atau Pesanggrahan Pancarasa. Bukan hanya pejabat dan tokoh pemerintahan yang mendapat tempat istimewa, sejumlah pekerja yang selama ini berada di garis depan aktivitas masyarakat justru ditempatkan sebagai tamu VIP.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat petani, nelayan, pengemudi ojek online, petugas kebersihan hingga pekerja bangunan mendapat tempat khusus di bawah tenda khusus. Sementara itu, para pejabat dan tamu undangan dari unsur pemerintahan serta tentara dan polisi berada di bagian depan area upacara.
Baca Juga: Tak Cuma Asuransi, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Gaji Penyapu Jalan hingga Rp3,3 Juta
“Saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Kami juga menyampaikan permohonan maaf pada saat ini kita berada di luar arena tenda VIP. Karena tenda hari ini diisi oleh para petani, nelayan, ojol termasuk kuli bangunan,” ujar Dedi, dikutip Selasa (18/8/2026).
Dedi mengatakan penempatan warga sipil tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada mereka yang selama ini bekerja dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.
Menurut Dedi, para pekerja tersebut bukan sekadar tamu undangan. Mereka merupakan bagian dari masyarakat yang selama ini ikut menggerakkan pembangunan Jawa Barat.
Dedi secara khusus menyinggung para pekerja bangunan yang turut menyelesaikan penataan kawasan dari Gedung Sate. Ia kini menjadi lokasi baru pelaksanaan upacara HUT RI di Jawa Barat.
Tidak hanya pekerja konstruksi, petugas kebersihan juga mendapat tempat dalam peringatan tersebut. Dedi menyebut keberadaan mereka sangat penting untuk memastikan ruang publik tetap bersih dan nyaman digunakan masyarakat.
“Hari ini upacara juga diikuti oleh para tukang sapu yang setiap hari membersihkan seluruh areal jalan-jalan di Provinsi Jawa Barat, yang hampir kita rekrut lebih dari 3.000 orang,” katanya.
Dedi ingin momentum kemerdekaan juga menjadi ruang untuk menunjukkan siapa saja yang selama ini berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Soal Tingginya Jumlah Pengangguran di Jabar, Dedi Mulyadi: Kita Menyiapkan Tenaga Terampil, Bukan...
Petani berperan menyediakan pangan, pengemudi ojol menopang mobilitas masyarakat, petugas kebersihan menjaga lingkungan, sedangkan pekerja bangunan ikut membangun berbagai fasilitas publik. Karena itu, posisi mereka menjadi pesan simbolis bahwa pembangunan tidak hanya dikerjakan oleh pejabat dan aparatur negara.





Komentar (0)