tvOnenews.com - Tak jarang seseorang merasa aliran rezekinya tersendat, baik karena pendapatan yang menurun, usaha yang stagnan, atau peluang kerja yang kian menyempit.
Dalam situasi ini, wajar jika muncul keinginan untuk mencari jalan keluar, seperti merintis usaha baru, melamar pekerjaan lain, atau mencoba berbagai peluang yang tampak lebih menjanjikan.
Dalam ajaran Islam, ikhtiar lahiriah tersebut memang sangat dianjurkan. Namun, usaha semata tidaklah cukup tanpa diimbangi doa dan sikap tawakal kepada Allah SWT.
Bagaimanapun, rezeki sepenuhnya berada dalam genggaman-Nya, sehingga memohon agar dibukakan pintu rezeki yang baru menjadi langkah yang sangat utama.
Memohon petunjuk untuk mendapatkan jalan yang halal, berkah, dan membawa kebaikan adalah wujud nyata dari ketundukan serta ketergantungan kita kepada Sang Pencipta.
Doa bukan sekadar permohonan, melainkan juga penguat hati di masa sulit sekaligus perantara agar Allah membuka berbagai pintu kebaikan yang sebelumnya tak kasat mata.
Doa Pembuka Rezekiبِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ
Bismillâhi ‘ala nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ’ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta’jîla mâ akhkharta, wa lâ ta’khîra mâ ‘ajjalta.
Artinya: ”Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kau tunda dan enggan menunda apa yang Kau segerakan.”
(kmr)





Komentar (0)