Mendag Beri Penjelasan soal Kenaikan Harga Pangan di HUT ke-81 RI

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Mendag Beri Penjelasan soal Kenaikan Harga Pangan di HUT ke-81 RI. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Mayoritas bahan pangan mengalami kenaikan harga pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia (BI), baik bawang, beras, cabai, minyak goreng, hingga telur mengalami lonjakan harga.

Menanggapi kenaikan tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso atau akrab disapa Busan mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Baca Juga:
Prabowo Sebut Indonesia Swasembada Pangan, Begini Tanggapan Pakar IPB

Menurutnya, secara nasional harga sejumlah komoditas masih berada di sekitar harga eceran tertinggi (HET), meski terdapat daerah tertentu yang mencatat harga jauh lebih tinggi akibat kendala distribusi.

"Gini ya, jadi coba cek di SP2KP. Kemarin kan, misalnya begini, kayak telur, telur itu sekarang harga rata-rata nasional itu Rp26 ribu, memang ada yang tinggi," ujarnya saat dijumpai di kantornya di Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Baca Juga:
Mayoritas Harga Pangan Naik di Hari Kemerdekaan, Cabai Rawit Merah Tembus Rp90.200 Per Kg

Dia mencontohkan kondisi di Papua Pegunungan. Menurutnya, harga telur di wilayah tersebut masih relatif tinggi karena distribusi yang tidak semudah daerah lain.

Baca Juga:
Gempa NTT, Kemensos Kirim 48 Ton Beras Penuhi Kebutuhan Pangan Warga Terdampak

"Papua Pegunungan itu kan memang distribusinya tidak semudah dengan tempat yang lain ya, jadi kecenderungan masih tinggi walaupun kita terus berusaha untuk mensuplai dari daerah yang lain," kata dia.

Meski demikian, Busan menegaskan, harga pangan secara rata-rata nasional masih mendekati HET. Dia bahkan mengakui harga daging ayam memang mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp34 ribu-Rp36 ribu per kilogram (kg).

"Kemudian yang kedua, ayam, daging ayam. Daging ayam itu rata-rata nasional sekarang Rp38 ribu, HET-nya kan Rp45 ribu, memang naik dari sebelumnya itu Rp34-36 ribu harga ayam, sekarang Rp36 ribu, ini sebenarnya setelah kemarin ada kebijakan dari MBG," katanya.

Dia menjelaskan, kebijakan MBG mengharuskan pembelian telur dan daging ayam mengikuti harga acuan. Dengan demikian, komoditas yang sebelumnya dijual dengan harga lebih rendah kini terserap oleh program tersebut.

"Jadi tidak boleh juga MBG membeli harga yang rendah, tapi harus sesuai dengan harga acuan. Sehingga harga yang tadinya murah ya sekarang menjadi terserap oleh MBG," ujar Busan.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga jauh di atas HET, khususnya wilayah dengan kendala distribusi seperti Papua Pegunungan.

"Jadi kalau ada kenaikan memang kenaikan dari rendah naik, tetapi masih mendekati HET lah. Kecuali daerah tertentu yang disampaikan tadi, misalnya kayak Papua Pegunungan itu itu memang tinggi jauh di atas HET," katanya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sebut Ambulans Udara Dokter Terbang, BRIN Kebut Ekosistem Pesawat N219
• 19 jam lalu
0
thumb
Bobby Sanksi ASN Pematangsiantar yang Pakai Mobil Dinas di Hari Libur
• 17 jam lalu
0
thumb
Peringati HUT ke-81 RI, Menko Airlangga Tegaskan Semangat Gotong Royong Mewujudkan Indonesia Makmur
• 17 jam lalu
0
thumb
Paus Leo Kembali Serukan Penghentian Kekerasan terhadap Palestina di Tepi Barat
• 22 jam lalu
0
thumb
Paskibraka Luwu Tampilkan Formasi Payung dan Angka 81, Simbol Semangat di HUT Ke-81 RI
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.