Pantau - Pemerintah masih melakukan pendataan dan identifikasi terhadap berbagai infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengatakan proses identifikasi dilakukan bersama sejumlah kementerian dan lembaga yang berada langsung di lokasi terdampak.
Menteri Pekerjaan Umum bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) juga berada di lokasi untuk mengidentifikasi dampak bencana.
Diana menyampaikan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Laporan Kerusakan Masih DisusunDiana mengaku belum mengetahui secara rinci jumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan maupun nilai kerugian yang ditimbulkan karena laporan masih dalam proses penyusunan.
"Ini sedang kita identifikasi. Kan Pak Menteri (PU), Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) sedang di sana melakukan identifikasi. Tapi saya belum tahu, laporannya sedang disusun," ungkap Diana.
Berdasarkan identifikasi sementara, sejumlah infrastruktur terdampak bencana, mulai dari ruas jalan hingga bangunan.
Sejumlah bangunan di kawasan wisata Pulau Rinca dan Pulau Padar juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana.
Pemerintah masih melanjutkan proses identifikasi untuk mengetahui secara menyeluruh jumlah, jenis, dan dampak kerusakan terhadap infrastruktur di NTT.
Material di Ruas Jalan Mulai DibersihkanMeski terdapat sejumlah ruas jalan yang terdampak, Diana memastikan konektivitas di wilayah tersebut tidak sepenuhnya terputus.
Pemerintah melakukan penanganan dengan membersihkan material yang menghambat akses pada ruas-ruas jalan terdampak agar konektivitas tetap terjaga.
Diana menegaskan kerusakan pada ruas jalan bukan berupa jalan yang terputus akibat longsor.
"Tapi bukan putus karena longsor apa-apa, sedang kita bersihkan untuk ini ya," kata Diana.





Komentar (0)