Trump Kurangi Latihan Militer AS-Korea Selatan, Singgung Hubungan Baiknya dengan Kim Jong Un

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Presiden Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di desa perbatasan Panmunjom di Zona Demiliterisasi, Korea Selatan, Minggu, 30 Juni 2019. (Sumber: AP Photo/Susan Walsh)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan yang tengah berlangsung.

Keputusan tersebut menjadi sorotan karena Trump secara terbuka mengaitkannya dengan pendekatannya terhadap Korea Utara dan hubungan baiknya dengan pemimpin negara itu, Kim Jong Un.

Baca Juga: Zelenskyy Sebut Rusia Kembali Terima Rudal Balistik Korea Utara dan Bersiap untuk Eskalasi

Trump menilai latihan militer bersama Seoul tidak hanya menghabiskan biaya besar, tetapi juga mengirimkan sinyal yang tidak tepat dan bermusuhan kepada Korea Utara.

Dalam unggahan di media sosial pada Minggu (16/8/2026), Trump mengatakan Korea Utara selama masa kepemimpinannya bersikap tidak mengancam dan menghormati Amerika Serikat.

Ia kemudian memerintahkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth untuk mengurangi latihan gabungan tersebut.

Trump juga menyinggung bahwa dirinya sebelumnya meminta Korea Selatan bergabung dengan Amerika Serikat dalam upaya "denuklirisasi" Iran, tetapi ditolak.

Trump Soroti Hubungan Baiknya dengan Kim Jong Un

Pernyataan Trump kembali menempatkan hubungan personalnya dengan Kim Jong Un dalam sorotan.

Menurut laporan Associated Press, sehari sebelum mengumumkan pengurangan latihan militer, Trump mengunggah foto dirinya bersama Kim Jong Un.

Trump mengatakan dirinya dan Kim memiliki hubungan yang sangat baik, meski dalam foto tersebut keduanya terlihat memasang ekspresi yang kurang bersahabat.

Baca Juga: Prabowo Siap Jadi Juru Damai Korea, Dave Laksono: Sesuai Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Hubungan personal tersebut menjadi salah satu ciri pendekatan Trump terhadap Korea Utara sejak periode pertama kepresidenannya.

Trump dan Kim Jong Un tercatat bertemu tiga kali untuk membahas program nuklir Korea Utara.

Pertemuan terakhir keduanya berlangsung pada 2019, sebelum diplomasi antara Washington dan Pyongyang mengalami kebuntuan.

Namun, setelah kembali menjabat sebagai Presiden AS, Trump kembali menunjukkan ketertarikan untuk melanjutkan pembicaraan dengan pemimpin Korea Utara tersebut.

Sementara itu, Kim Jong Un juga pernah menunjukkan sikap terbuka terhadap kemungkinan kembali berkomunikasi dengan Trump.

Pada September 2025, Kim mengatakan dirinya memiliki kenangan baik secara personal terhadap Trump.

Kim juga mengisyaratkan kemungkinan kembali berunding apabila Amerika Serikat mengubah pendekatannya terhadap program nuklir Korea Utara.

Baca Juga: Prabowo Mengaku Diminta Presiden Korea Selatan Berkunjung ke Korut untuk Buka Dialog

Korea Utara sebelumnya menolak tuntutan Washington untuk melakukan denuklirisasi.

Situasi tersebut membuat hubungan personal Trump dan Kim menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam perkembangan diplomasi antara kedua negara.

Trump Kurangi Latihan Saat Korea Utara Kembali Uji Rudal

Keputusan Trump mengurangi latihan militer AS-Korea Selatan terjadi ketika ancaman militer Korea Utara masih menjadi perhatian.

Latihan militer gabungan yang dikenal sebagai Ulchi Freedom Shield telah dimulai dan melibatkan sekitar 18.000 tentara Korea Selatan.

Latihan berlangsung selama 11 hari dan merupakan salah satu dari dua latihan militer gabungan utama yang digelar AS dan Korea Selatan setiap tahun.

Pasukan kedua negara dijadwalkan berlatih menghadapi berbagai skenario operasi, termasuk latihan tembakan langsung, operasi presisi, manuver gabungan, serta penyeberangan wilayah perairan.

Militer AS menyebut latihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan pasukan dalam menghadapi ancaman terhadap Korea Selatan.

Baca Juga: Trump: Setelah Kalahkan Iran, Saya Akan Nyatakan Selat Hormuz jadi Wilayah AS

Namun, Trump menilai latihan tersebut justru mengirimkan sinyal bermusuhan kepada Korea Utara.

Keputusan pengurangan latihan itu juga muncul hanya beberapa hari setelah Korea Utara kembali melakukan pengujian rudal balistik.

Sebelumnya, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang mendeteksi peluncuran dua rudal balistik Korea Utara yang kemudian jatuh di perairan lepas pantai timur negara tersebut.

Korea Utara Sebut Latihan sebagai Persiapan Perang

Korea Utara sendiri mengecam latihan militer AS dan Korea Selatan.

Pada Jumat, Pyongyang mengancam akan mengambil langkah tegas terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Korea Utara menyebut latihan tersebut sebagai persiapan untuk perang agresif dan menilai aktivitas itu dapat meningkatkan ketidakstabilan di kawasan.

Ancaman semacam itu bukan hal baru. Pyongyang kerap mengeluarkan retorika keras menjelang latihan militer gabungan AS-Korea Selatan.

Baca Juga: Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh di Selat Hormuz: Saya Tidak Percaya Iran

Korea Utara juga sering menjadikan latihan tersebut sebagai alasan untuk meningkatkan aktivitas pengujian senjata dan mengembangkan kemampuan rudalnya.

Keputusan Trump mengurangi latihan gabungan tersebut mendapat kritik dari sejumlah pihak di Amerika Serikat.

Senator Demokrat Mark Kelly, yang merupakan mantan pilot Angkatan Laut AS, menilai pengurangan latihan militer bersama Korea Selatan merupakan kesalahan.

Menurut Kelly, melemahkan latihan gabungan dapat mengurangi kesiapan militer kedua negara dalam menghadapi ancaman Korea Utara.

Keputusan tersebut juga menjadi perubahan yang cukup tajam dibandingkan sikap pemerintahan Trump beberapa bulan sebelumnya.

Pada Mei, Menteri Pertahanan Pete Hegseth justru memuji Korea Selatan karena meningkatkan anggaran pertahanan dan mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap keamanan Semenanjung Korea.

Hegseth saat itu menyebut langkah Seoul sebagai bentuk pembagian beban pertahanan yang seharusnya diikuti sekutu Amerika Serikat lainnya.

Dengan keputusan terbaru Trump, hubungan personal yang kembali terjalin dengan Kim Jong Un kini menjadi sorotan dalam kebijakan Washington terhadap Semenanjung Korea.

Di satu sisi, Korea Utara masih mengembangkan program nuklir dan rudalnya.

Di sisi lain, Trump tampak berusaha mempertahankan ruang diplomasi dengan Kim, meski langkah tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai komitmen pertahanan Amerika Serikat terhadap sekutu utamanya, Korea Selatan. 

Baca Juga: Polisi Geledah Kantor Pusat Starbucks Korea, Kasus Kontroversi Promosi "SS Tank" Masuk Babak Baru

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Associated Press

Tag
  • Donald Trump
  • Kim Jong Un
  • Korea Utara
  • Korea Selatan
  • latihan militer AS
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
EKSKLUSIF HUT RI ke-81, Isyana Sarasvati: Merdeka Itu Berani Berkarya Sesuai Jati Diri
• 9 jam lalu
0
thumb
Bendera Pusaka Merah Putih dan Teks Proklamasi Tiba di Mimbar Kehormatan Istana
• 15 jam lalu
0
thumb
Trump Pangkas Latihan Militer AS dan Korsel Demi Korut
• 11 jam lalu
0
thumb
Momen WASI Kibarkan Bendera Merah Putih saat Upacara HUT ke-81 RI di Bawah Laut Pulau Biak
• 8 jam lalu
0
thumb
Tolong, Warga Korban Gempa di Desa Sisir, Manggarai Timur Flores Belum Dapat Bantuan
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.