Tolong, Warga Korban Gempa di Desa Sisir, Manggarai Timur Flores Belum Dapat Bantuan

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, MANGGARAI - Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT termasuk wilayah yang terdampak gempa bumi magnitude 7,7 pada Sabtu (15/8) lalu. Namun, di lokasi tersebut belum semua warga korban gempa mendapatkan bantuan termasuk dari pemerintah setempat. Salah satunya di Desa Sisir, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, NTT.

Hal ini disampaikan Aldo Meze,  salah satu mahasiswa KKN Gerakan Pencegahan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem yang berada bersama warga di desa tersebut. Aldo bersama teman-temannya berjumlah 33 mahasiswa  sudah berada di lokasi untuk KKN sebelum gempa tersebut meluluhlantakkan rumah-rumah warga setempat. Kini mereka berupaya membantu warga yang menjadi korban gempa. 

BACA JUGA: Gelar Seremoni Sambut Mendagri, Bupati Manggarai Timur Flores Dikritik Korban Gempa

“Sampai dengan detik ini, belum ada bantuan yang datang ke sini (Desa Sisir). Masyarakat sampai dengan saat ini belum bisa ke mana-mana belum bisa beraktivitas dengan normal, karena masih trauma dan takut dengan banyaknya gempa susulan,” ujar Aldo saat dihubungi tim JPNN.com, pada Senin (17/8).

Menurut Aldo, lokasi desa tersebut cukup dekat dengan titik gempa. Berdasarkan catatan dan pengamatan para mahasiswa rekan-rekan Aldo, saat ini terdapat sekitar 50an rumah warga yang roboh dan rusak parah. Kemudian sekitar 60 rumah yang mengalami retak-retak akibat gempa susulan magnitude 5,8  terjadi berulang sepanjang hari ini.

BACA JUGA: Mendagri Tito Karnavian Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Manggarai Timur

Aldo mengatakan masyarakat setempat sangat mengharapkan bantuan makanan karena selama beberapa hari ini warga yang mengungsi dengan membangun tenda darurat secara mandiri hanya mengandalkan makanan berbagi di antara mereka.

“Untuk makan, warga makanan seadanya. Kami harap mungkin ada bantuan-bantuan seperti sembako, makanan siap saji, dan juga susu untuk anak bayi balita,” sambung Aldo.

BACA JUGA: Kunjungi Flores, Ganjar Langsung Temui Pengungsi Gempa di Manggarai Barat Malam-Malam

Aldo menjelaskan di antara warga pengungsi paling banyak anak-anak, bayi, lansia dan ibu hamil. Ibu hamil berjumlah 10 orang. Semua kalangan rentan tersebut saat ini bertahan tidur di tenda darurat yang mereka bangun bersama para mahasiswa KKN.

“Ini lebih banyaknya itu anak yang umur enam bulan sampai dengan umur dua tahun. Itu yang mungkin sangat butuh perhatian dan juga ibu hamil. Untuk bantuan itu kami mohon sekali, kalaupun ada, mungkin bisa disalurkan di Desa Sisir,” tuturnya.

Aldo bersama rekan-rekan mahasiswanya berasal dari STPM ENDE, Uniflor Ende, STKIP Citra Bakti Ngada , Stiper Flores Bajawa, Unika St. Paulus Ruteng, Muhammadiyah Bima, Unipa Maumere, IFTK Ledalero, INF Nagegekeo. Mereka masih bertahan bersama warga di desa tersebut.(flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saat 4 Karya Seni Renaisans Antonello da Messina Dicuri dari Museum di Italia
• 18 jam lalu
0
thumb
Tradisi Unik Perayaan 17 Agustus dari Berbagai Daerah di Indonesia
• 11 jam lalu
0
thumb
Gempa NTT 7,7 M: Bantuan Mengalir, Rumah Sakit Lapangan Disiapkan
• 19 jam lalu
0
thumb
Momen Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran saat Nonton Atraksi Pesawat di Istana
• 11 jam lalu
0
thumb
Ketika Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Pulau Biak, Momentum untuk Mengingat Sejarah Penting Indonesia
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.