JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan pemerintah menunda pertunjukan kembang api dalam rangka Pesta Rakyat Malam Merdeka 2026 di Jakarta, Senin (17/8/2026) malam.
Teuku Riefky menyebut agenda pesta kembang api dihilangkan dari rangkaian acara sebagai wujud duka atas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Update Korban Gempa NTT: Korban Jiwa Bertambah Jadi 68 Orang, 213 Terluka, Ada 1.576 Gempa Susulan
Menteri Ekraf mengatakan, awalnya pesta kembang api direncanakan di atas gedung Wisma Nusantara. Sedangkan agenda Pesta Rakyat dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas).
"Salah satu agenda yang kita tunda dulu, kembang api, fireworks, karena itu kan terlalu bagaimana begitu yang tadinya di atas gedung Wisma Nusantara itu kita tunda," kata Teuku Riefky dilaporkan tim liputan KompasTV.
Menteri Ekraf menyebut pemerintah juga melakukan penyesuaian dalam agenda Pesta Rakyat sehubungan situasi pascabencana di NTT.
Teuku Riefky menyebut pemerintah akan menampilkan ungkapan duka untuk NTT dalam Pesta Rakyat di Monas. Panitia juga menyiapkan penampilan drone yang berisi pesan simpati untuk masyarakat NTT.
"Nanti juga di video mapping di Monas maupun drone juga ada apa namanya, tampilan "Pray for NTT." Itu juga bagian untuk, apa namanya, menyampaikan situasi batin kita," katanya.
BNPB melaporkan korban jiwa akibat gempa di NTT bertambah menjadi 68 meninggal per Senin (17/8) sore. Selain puluhan korban meninggal, BNPB juga mencatat terdapat setidaknya 213 korban luka.
Baca Juga: Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Yusril Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- pesta kembang api
- pesta kembang api ditiadakan
- hut ke 81 ri
- pesta rakyat hut ri
- gempa ntt
- menteri ekraf





Komentar (0)