Mandat UNIFIL Berakhir Desember 2026, Presiden Lebanon Serukan Perpanjangan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Beirut: Presiden Lebanon Joseph Aoun meminta mandat Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL) diperpanjang setelah masa tugasnya akan berakhir pada 31 Desember 2026. 

Menurutnya, keberadaan pasukan perdamaian PBB penting untuk menjaga stabilitas di Lebanon selatan dan mendukung peran militer Lebanon.

Dalam pertemuan dengan delegasi parlemen, Senin, 17 Agustus 2026, Aoun menyampaikan opsi Lebanon untuk mempertahankan keberadaan UNIFIL di Lebanon selatan.

"Pilihan pertama kami adalah memperpanjang mandat UNIFIL," kata Aoun, seperti dikutip dalam pernyataan kepresidenan Lebanon via Anadolu.

Aoun mengatakan jika mandat UNIFIL tidak diperpanjang, Lebanon akan mendorong opsi kedua berupa formula yang memungkinkan pasukan internasional tetap berada di wilayah selatan dengan dasar hukum yang diperlukan.

"Jika mandatnya tidak diperpanjang, pilihan kedua adalah mengadopsi formula yang memastikan keberadaan pasukan internasional tetap berlanjut di selatan dalam kerangka hukum yang diperlukan," ujarnya.

Menurut Aoun, keberadaan pasukan internasional dapat membantu menjaga stabilitas di wilayah selatan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Lebanon sekaligus membantu masyarakat tetap tinggal di desa dan kota mereka.

"Intinya adalah mencapai terobosan yang memastikan keberlanjutan kehadiran internasional di selatan, baik melalui perpanjangan mandat UNIFIL maupun melalui pasukan internasional yang mendukungnya, dengan cara yang menjaga stabilitas dan memperkuat peran negara serta Angkatan Bersenjata Lebanon," kata Aoun.

UNIFIL telah ditempatkan di Lebanon sejak 1978 untuk memantau gencatan senjata di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel serta membantu Angkatan Bersenjata Lebanon di wilayah selatan.

Dorongan Lebanon tersebut disampaikan di tengah ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel. Menurut data resmi Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.300 orang, melukai lebih dari 12.300 orang, dan menyebabkan lebih dari 1 juta warga mengungsi.

Baca juga:  UNIFIL Temukan 4 Ton Bahan Peledak saat Patroli di Lebanon Selatan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harvard Kantongi Saham SpaceX Rp 39,2 Triliun, Raup Cuan dari Elon Musk
• 20 jam lalu
0
thumb
Warga Rela Datang Jam 3 Pagi Demi 17-an di Istana, Prabowo Berterima Kasih
• 6 jam lalu
0
thumb
Gempa magnitudo 5,0 guncang Manggarai NTT tak berpotensi tsunami
• 22 jam lalu
0
thumb
Makna Dibalik Logo HUT RI ke-81, Karya Pemuda Asal Padang
• 14 jam lalu
0
thumb
Hari Kedua Pascagempa NTT, Seskab Teddy: Tambahan 25 Ton Bantuan Dikirimkan
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.