Makna Dibalik Logo HUT RI ke-81, Karya Pemuda Asal Padang

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Logo HUT RI ke-81 menjadi tema utama dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2026. Sebab ada nilai yang menjelaskan makna ulang tahun Indonesia yang ke-81. 

Upacara HUT Kemerdekaan RI
Sumber :
  • Istimewa

Dalam logo HUT ke-81 RI, mengandung tema yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Hal ini diumumkan Pemerintah secara resmi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026.

Ternyata logo yang terpilih merupakan hasil karya anak bangsa, Fajar Novario dari Padang yang telah menerjemahkan tema besar HUT ke-81 RI yakni Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

“Karya Saudara Fajar Novario memperoleh suara 44,73 persen dari total suara. Sekali lagi selamat kepada Saudara Fajar Novario, karya Anda ditetapkan sebagai logo Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, tahun 2026,” ucap Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardianto dalam keterangannya, dikutip dari laman setkab.go.id.

Logo HUT RI 2026
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com / setkab.go.id

Disebutkan pula oleh Wamen Juri, secara visual desain logo ciptaan Fahar tampak tegas dengan filosofi yang kuat. 

Dengan desain logo ini juga berasal dari eksplorasi keragaman motif tradisional berbagai daerah di Nusantara.

“Dalam keragaman tersebut, terdapat kesamaan pola yang menyimpulkan bahwa keragaman menjadi fondasi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” kata Wamen Juri.

Respons Fajar Setelah Jadi Pemenang

Dalam keterangannya, Fajar menyebut kemenangannya memiliki arti lebih luas daripada hadiah dan pengakuan personal. Sebab ada tim yang juga ikut menyertai keberhasilannya. 

Keberhasilan Auman Design Bureau menjadi pembuktian bahwa studio dari luar Pulau Jawa mampu bersaing dalam proyek desain berskala nasional.

Fajar pun menilai kompetisi nasional selama ini lebih sering diikuti atau dimenangi studio mapan yang berbasis di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung. Kehadiran tim dari Padang menunjukkan bahwa kualitas talenta kreatif tidak ditentukan oleh jarak geografis.

Kepercayaan Fajar terhadap proses sayembara juga tumbuh karena keterlibatan ADGI dan menolak terhadap praktik free pitching. 

“Kelima-lima itu dapat honorarium gitu. Kelima-lima itu hasil jerih payahnya tidak ada yang digratiskan. Jadi secara kredibilitas dan secara kepercayaan, kalau misalnya kayak ADGI yang menyelenggarakan aku percaya,” ujarnya dalam laman komdigi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tangani Korban Gempa NTT, Rumah Sakit Lapangan Beroperasi di Manggarai
• 22 jam lalu
0
thumb
Fauka Noor Farid Ajak Pesantren Tak Terprovokasi Isu yang Menyerang Prabowo
• 17 jam lalu
0
thumb
Meriahkan HUT RI, Warga Terminal Kalideres Gelar Lomba Tarik Bus
• 21 jam lalu
0
thumb
Video Mapping Hingga Musik, Kota Tua Jakarta Sajikan Pentas Seni Perayaan HUT RI
• 21 jam lalu
0
thumb
WKRI Cabang Santa Theresia Gelar Seminar Kesehatan Tentang Bahaya Kanker dan Tumor, Begini Cara Mencegahnya
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.