Gelegar suara pesawat tempur membelah langit di atas Istana Merdeka, Jakarta. Dalam hitungan detik, sonic boom dan raungan mesin jet seolah menggetarkan jantung siapa pun yang mendengarnya. Di ketinggian, formasi pesawat tempur Dassault Rafale, alutsista terbaru TNI Angkatan Udara, melintas memimpin barisan "Garuda Flight" yang memukau mata.
Alih-alih melepaskan ancaman, jet-jet tempur itu justru melukis angkasa dengan manuver yang sarat makna. Formasi angka "81", misalnya, menjadi simbol perjalanan delapan dekade lebih Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
Tak lama berselang, pesawat angkut berat A400M yang dikawal ketat oleh "Macan Flight" melintas, menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menjalankan misi kemanusiaan maupun pertahanan.
Berbagai manuver tersebut berlangsung megah disaksikan ribuan pasang mata. Orang-orang di area Istana Merdeka tak bergeser sejengkal pun dari tempat duduk. Mereka terpaku, bertepuk tangan, dan sesekali bersorak saat melihat manuver bombs burst dari T-50i Golden Eagle yang menyebarkan asap ke berbagai arah, menciptakan efek visual layaknya ledakan kembang api di siang yang terik.
“Well, well, well, amazing performance from the Jupiter Indonesian Air Force Aerobatic Team!” seru pembawa acara menyambut atraksi berkelas dari delapan pesawat KT-1B The Jupiters.
Tak berhenti di situ, langit Jakarta kembali riuh saat Jupiter Aerobatic Team bermanuver Synchro dengan kepulan asap merah-putih yang membelah awan. Formasi "Sayap Garuda" yang mereka tampilkan seolah menjadi penegasan bahwa TNI senantiasa menjaga kedaulatan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.
Puncaknya, ribuan pasang mata tak berkedip menatap ke langit sambil bersiaga dengan gawai masing-masing, menunggu detik-detik 17 pesawat tempur melintas bergantian dengan kecepatan tinggi di depan podium kehormatan. Raungan mesin yang memekikkan telinga seketika memecah kesiagaan itu, menutup rangkaian atraksi dengan gemuruh yang menggelegar.
Tampilan tersebut sekaligus mengakhiri seluruh manuver dan gemuruh pesawat tempur di langit Istana. Tidak ada kerusakan atau korban meski ada pesawat tempur berlalu lalang dan menjatuhkan bom asap. Sebab, itu semua merupakan demonstrasi udara yang ditampilkan oleh para prajurit TNI dan personel Polri dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi, Senin (17/8/2026).
Kemeriahan tersebut tak lepas dari pengerahan 81 pesawat dari TNI dan Polri. Formasi helikopter gabungan Nusantara Flight melibatkan 1 unit EC725 Caracal, 3 unit NAS332 Super Puma, 1 unit Dolphin, 2 unit helikopter serang AH-64E Apache, 2 unit AS565 Panther, serta 2 unit AW169 milik Polri.
Kekuatan udara juga diperkuat 2 unit pesawat angkut berat A400M untuk misi kemanusiaan, 8 unit pesawat KT-1B Woongbi dari tim aerobatik The Jupiters, serta skuadron jet tempur taktis dan modern seperti Dassault Rafale, T-50i Golden Eagle, F-16 Fighting Falcon, hingga Sukhoi yang digunakan untuk menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Rangkaian perayaan hari itu juga disemarakkan oleh penayangan aksi 17 penerjun pasukan khusus TNI yang digelar beberapa jam sebelumnya. Atraksi tersebut direkam dan diperlihatkan melalui layar-layar besar di area Istana.
“17 ini ya maknanya, kita dalam memperkenalkan HUT ke-81 RI, memaknai tanggal daripada proklamasi itu sendiri, tanggal 17,” ujar Koordinator Terjun Payung, Brigjen TNI I Gede Putra Yasa.
Kehadiran kekuatan militer selalu menjadi daya tarik utama dalam perayaan hari kemerdekaan, terutama dengan hadirnya alutsista baru TNI Angkatan Udara. Pengadaan jet tempur Dassault Rafale merupakan tonggak sejarah modernisasi pertahanan yang fondasinya diletakkan ketika Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Diplomasi pertahanan itu bermula pada 10 Februari 2022 saat Prabowo bertemu dengan Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Florence Parly di Jakarta untuk menyepakati pembelian jet tempur Rafale dari Dassault Aviation. Rencana tersebut sekaligus menjadi alternatif strategis setelah pembelian Sukhoi Su-35 asal Rusia batal akibat ancaman sanksi Amerika Serikat.
Pengadaan jet tempur Dassault Rafale merupakan tonggak sejarah modernisasi pertahanan yang fondasinya diletakkan ketika Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Setelah menunggu hampir dua tahun, unit perdana mendarat dan ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, dengan serah terima administratif dituntaskan pada akhir Januari 2026. Rangkaian penyerahan Rafale berlanjut pada 18 Mei 2026 ketika Presiden Prabowo menyerahkan sejumlah alutsista strategis di Lanud Halim Perdanakusuma.
Rafale merupakan jet “omnirole” generasi 4,5 yang mampu berpindah dan menggabungkan berbagai peran tempur, mulai dari superioritas udara, serangan darat, hingga pengintaian, dalam satu misi. Bagi wilayah Indonesia yang luas, radius tempurnya yang mencapai 1.850 kilometer krusial untuk mendukung operasi pertahanan nasional secara efektif.
Kehadirannya kini melengkapi armada T-50i Golden Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan Sukhoi Su-30, yang berpadu dalam pawai udara HUT ke-81 RI di atas Istana Merdeka sebagai simbol modernisasi pertahanan udara.
Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, unjuk kekuatan militer dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia merupakan hal wajar. Sebab, negara ini memiliki sejarah kuat mengenai peran militer dalam masa perjuangan kemerdekaan dan revolusi fisik. Dengan begitu, parade militer pun menjadi basis simbolik yang menunjukkan besarnya peran tentara dalam merebut kemerdekaan.
Kecenderungan itu, menurut dia, diperkuat di era kepemimpinan Prabowo yang berlatar belakang militer.
"Latar belakang itu juga membentuk prioritas Presiden terhadap anggaran pertahanan dan memberikan perhatian yang besar pada pembangunan TNI, seperti peningkatan anggaran, pembelian alutsista termasuk pesawat tempur yang dipamerkan dalam acara kemerdekaan," ungkap Arya.
Selain terkait dengan sejarah kemerdekaan, parade militer itu sekaligus menunjukkan kekuatan di hadapan negara-negara lain. Apalagi, kini Indonesia sudah memiliki jet tempur Rafale, salah satu yang paling modern di dunia.






Komentar (0)