Sejumlah warga mulai mendatangi kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat (Jakpus) malam ini. Sebagian besar warga datang untuk menyaksikan pertunjukan Malam Merdeka dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI.
Salah satu warga Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim) bernama Abdelina Purba, salah satunya. Dia datang ke Bundaran HI bersama sang suami dan dia anaknya.
"Berempat, berempat aja. Tadi pagi udah anak-anak udah upacara di sekolah masing-masing, terus kita sorenya melihat karnaval di sini," kata dia, Senin (17/8/2026).
Mereka berangkat sejak pukul 16.00 WIB sore tadi menggunakan kendaraan umum LRT. Setibanya di Bundaran HI, mereka langsung mencari tempat yang nyaman untuk menyaksikan pertunjukan saat Malam Merdeka.
Kedatangannya untuk menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan Malam Merdeka hari ini. Sebab biasanya pada saat Hari Raya Kemerdekaan, anak-anaknya hanya mengikuti lomba di rumah saja.
"Kayaknya semuanya deh biar anaknya pernah (merasakan), baru kali ini kita menikmati yang biasanya ikut lomba-lomba di rumah," sebutnya.
Suasana di Bundaran HI sendiri mulai didatangi warga. Mereka mulai mengambil posisi di pinggir jalan, maupun di sekitar area panggung pertunjukan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi tampak ramai lancar dengan penjagaan petugas gabungan.
Diketahui, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan rangkaian Malam Merdeka melibatkan ribuan talenta kreatif dari berbagai subsektor. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi rakyat.
"Kami mengkoordinasikan empat acara, instalasi imersif, video mapping, karnaval kendaraan hias, dan pertunjukan drone," kata Riefky dalam konferensi pers di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Rangkaian acara tersebar dari kawasan Monas hingga Bundaran HI. Instalasi imersif digelar di enam titik, yakni tiga titik di sekitar Monas serta tiga titik di kawasan HI. Instalasi tersebut mengusung tema 'Aku dan Indonesia', 'Harapanku untuk Indonesia', dan 'Bangga Menjadi Orang Indonesia'.
Masyarakat dapat berinteraksi langsung melalui sejumlah teknologi, seperti video interaktif, image generator, lorong waktu, wishing wall, Totem Garuda, hingga LED strips. Untuk video mapping di Tugu Monas, pertunjukan berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB.
Konten yang ditampilkan mengisahkan perjalanan Indonesia mulai dari perjuangan pra-kemerdekaan, momentum proklamasi, hingga pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Video mapping tersebut menggunakan 32 proyektor dan menghadirkan 13 konten.
Selain itu, masyarakat dapat menyaksikan karnaval kendaraan hias yang dimulai pukul 18.50 WIB. Karnaval mengambil rute dari Monas menuju Bundaran HI. Sebanyak 32 kendaraan hias dilibatkan dalam karnaval tersebut. Kendaraan dihias dengan berbagai unsur kebudayaan, kreativitas, serta program pemerintah.
Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan drone show di kawasan Bundaran HI sekitar pukul 22.00 WIB. Sekitar 1.500 drone akan membentuk berbagai konfigurasi visual yang mengangkat tema dan narasi nasionalisme.
(rdh/mea)






Komentar (0)