Jakarta (ANTARA) - Film “The Devil Wears Prada 2” memberikan dampak dari sisi kunjungan pariwisata bagi kota Milan, Italia.
Melansir Variety, Jumat (14/8), sebagian besar adegan berlangsung di kota mode yang berfungsi sebagai latar belakang gemerlap untuk babak ketiga film itu.
Alhasil lalu lintas pejalan kaki dari pengunjung internasional di lokasi utama di Milan tercatat meningkat sebesar 18 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Baca juga: “The Devil Wears Prada 2” raup Rp7,5 triliun di box office global
Ketua Confcommercio Milano atau Asosiasi Usaha Kecil lokal yakni Marco Barbieri, mengatakan bahwa studi tersebut mengonfirmasi tren pertumbuhan struktural dalam pariwisata internasional di pusat kota Milan sejak perilisan "Devil Wears Prada 2" dengan jumlah pengunjung asing meningkat rata-rata 28.500 per bulan.
Menurut studi yang dilakukan platform Cities Analytics, pengunjung ke Milan didorong oleh efek film itu merupakan wisatawan asal Amerika Serikat, disusul wisatawan Prancis dan Inggris.
Sedangkan untuk lokasi, peningkatan paling signifikan tercatat antara alun-alun Largo Cairoli dan Palazzo Clerici di Milan, di distrik perbelanjaan mewah Quadrilatero della Moda yang ditampilkan dalam film meningkat 24 persen diikuti oleh Galleria Vittorio Emanuele-Duomo meningkat 17 persen tempat Miranda Priestly memiliki adegan reflektif larut malam.
Baca juga: The Devil Wears Prada 2 batal hadirkan Adrian Grenier, ini alasannya
Kemudian Akademi Brera meningkat 14 persen, hingga jalan ikonik yang menampilkan tempat makan yang tersembunyi di halaman bergaya Renaisans tempat Emily Blunt makan siang dengan Donatella Versace, yang diperankan oleh sang desainer sendiri.
"Devil Wears Prada 2" menceritakan mengenai pemimpin redaksi majalah Runway yakni Miranda Priestly yang diperankan Meryl Streep menghadapi kemerosotan media cetak dan mengusahakan agar perusahaan itu tetap bertahan.
Baca juga: Instalasi fesyen ditampilkan di gala premier "The Devil Wears Prada 2"
Ia menghadapi Emily Blunt yang berperan sebagai mantan asistennya yang kini menjadi salah satu eksekutif papan atas grup mewah dengan dana iklan yang menggiurkan.
Film yang disutradarai David Frankel ini menggabungkan poin-poin plot dari buku sekuelnya, "Revenge Wears Prada: The Devil Returns" , yang dirilis pada tahun 2013.
Novel tersebut berlatar hampir satu dekade setelah cerita aslinya menceritakan Andy dan Emily yang bersatu sebagai editor majalah papan atas ketika Miranda diam-diam kembali ke kehidupan Andy.
Baca juga: The Devil Wears Prada 2: Ketika Andy berdiri untuk Runway
Baca juga: Devil Wears Prada 2 dituduh rasis lewat penggunaan karakter Tionghoa
Melansir Variety, Jumat (14/8), sebagian besar adegan berlangsung di kota mode yang berfungsi sebagai latar belakang gemerlap untuk babak ketiga film itu.
Alhasil lalu lintas pejalan kaki dari pengunjung internasional di lokasi utama di Milan tercatat meningkat sebesar 18 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Baca juga: “The Devil Wears Prada 2” raup Rp7,5 triliun di box office global
Ketua Confcommercio Milano atau Asosiasi Usaha Kecil lokal yakni Marco Barbieri, mengatakan bahwa studi tersebut mengonfirmasi tren pertumbuhan struktural dalam pariwisata internasional di pusat kota Milan sejak perilisan "Devil Wears Prada 2" dengan jumlah pengunjung asing meningkat rata-rata 28.500 per bulan.
Menurut studi yang dilakukan platform Cities Analytics, pengunjung ke Milan didorong oleh efek film itu merupakan wisatawan asal Amerika Serikat, disusul wisatawan Prancis dan Inggris.
Sedangkan untuk lokasi, peningkatan paling signifikan tercatat antara alun-alun Largo Cairoli dan Palazzo Clerici di Milan, di distrik perbelanjaan mewah Quadrilatero della Moda yang ditampilkan dalam film meningkat 24 persen diikuti oleh Galleria Vittorio Emanuele-Duomo meningkat 17 persen tempat Miranda Priestly memiliki adegan reflektif larut malam.
Baca juga: The Devil Wears Prada 2 batal hadirkan Adrian Grenier, ini alasannya
Kemudian Akademi Brera meningkat 14 persen, hingga jalan ikonik yang menampilkan tempat makan yang tersembunyi di halaman bergaya Renaisans tempat Emily Blunt makan siang dengan Donatella Versace, yang diperankan oleh sang desainer sendiri.
"Devil Wears Prada 2" menceritakan mengenai pemimpin redaksi majalah Runway yakni Miranda Priestly yang diperankan Meryl Streep menghadapi kemerosotan media cetak dan mengusahakan agar perusahaan itu tetap bertahan.
Baca juga: Instalasi fesyen ditampilkan di gala premier "The Devil Wears Prada 2"
Ia menghadapi Emily Blunt yang berperan sebagai mantan asistennya yang kini menjadi salah satu eksekutif papan atas grup mewah dengan dana iklan yang menggiurkan.
Film yang disutradarai David Frankel ini menggabungkan poin-poin plot dari buku sekuelnya, "Revenge Wears Prada: The Devil Returns" , yang dirilis pada tahun 2013.
Novel tersebut berlatar hampir satu dekade setelah cerita aslinya menceritakan Andy dan Emily yang bersatu sebagai editor majalah papan atas ketika Miranda diam-diam kembali ke kehidupan Andy.
Baca juga: The Devil Wears Prada 2: Ketika Andy berdiri untuk Runway
Baca juga: Devil Wears Prada 2 dituduh rasis lewat penggunaan karakter Tionghoa






Komentar (0)