Karaeng Bangkit: Komunitas Kartunis Kota Daeng Hidup Kembali Lewat Program Inovasi Seni Nusantara

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Setelah lebih dari satu dekade nyaris tak terdengar, Komunitas Kartunis Kota Daeng (KARAENG) kini perlahan bangkit kembali. Melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang digagas Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar (UNM), komunitas yang pernah menjadi wadah berkumpulnya kartunis dan karikaturis lokal ini mendapat suntikan semangat baru untuk kembali berkarya dan berkumpul.

KARAENG berdiri sejak tahun 2002 dan resmi berbadan hukum yayasan pada 14 November 2017. Namun dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas komunitas ini nyaris terhenti. Diskusi rutin, pameran bersama, hingga regenerasi kartunis muda tak lagi berjalan. Dari puluhan anggota yang pernah aktif, kini hanya tersisa segelintir kartunis senior yang bertahan.

“KARAENG bukan sekadar komunitas. Ia adalah cerita tentang kebersamaan, diskusi panjang, pameran, dan karya yang pernah hidup lalu sempat sunyi,” demikian bunyi pesan yang diusung dalam kampanye digital “KARAENG is Back” yang dipublikasikan komunitas ini pada April lalu.

Ketua Tim Pelaksana PISN, Dr. Irfan Arifin, M.Pd., mengatakan program ini dirancang untuk merevitalisasi ekosistem seni kartun di Makassar secara menyeluruh, bukan hanya menghidupkan kembali aktivitas komunitas, tetapi juga membenahi tata kelola organisasi dan menyelamatkan arsip karya para maestro.

“Kami ingin KARAENG tidak hanya aktif kembali, tapi juga punya fondasi yang kuat, struktur organisasi yang jelas, arsip karya yang terjaga, dan regenerasi kartunis muda yang berkelanjutan,” ujar Irfan.

Sejak April 2026, tim PISN bersama KARAENG telah menjalankan serangkaian kegiatan. Publikasi poster teaser “KARAENG is Back” ke media sosial dan jejaring Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) disambut hangat oleh kartunis dari berbagai daerah. Respons itu membuahkan hasil konkret: tujuh kartunis lintas daerah, lima di antaranya dari PAKARTI, yakni Jitet Koestana (Semarang), Dien Yodha (Banyumas), Diyan Bijac, Kriswhardana (Bogor), dan Sungging Priyanto (Tangerang), turut memamerkan karya mereka berdampingan dengan karya kartunis KARAENG dalam pameran “FSD Drawing Day” di Galeri Colly Pakue, FSD UNM, Mei lalu.

Di sisi lain, tim juga mengunpulkan 52 karya dari lima kartunis anggota KARAENG, Nash Pabetai, Den Dede, Faisal UA, Muhammad Yusri, dan Zaenal Beta sebagai langkah awal membangun arsip digital karya kartun Komunitas Karaeng sebagai bagian dari karya kartun Nusantara.

“Karya-karya ini sudah lama tersimpan begitu saja. Sekarang, lewat digitalisasi, karya-karya itu bisa terus hidup dan dilihat generasi berikutnya,” kata Faisal UA, salah satu anggota KARAENG.

Program ini juga akan melibatkan Prof. Sofyan Salam, Guru Besar Fakultas Seni dan Desain UNM sekaligus kartunis/ilustrator senior, yang nantinya sebagai Kurator Pameran Nasional KARAENG. Pada 10 Agustus lalu, Tim melakukan persiapan terkait Workshop Manajemen Pameran dan Kurasi guna mempersiapkan diri menghadapi dua agenda besar: Workshop Karikatur bagi generasi muda, serta puncaknya, Pameran Nasional KARAENG di Galeri Colly Pakue yang digadang menjadi panggung kebangkitan komunitas ini di hadapan publik Makassar dan jejaring kartunis nasional.

“Ini baru awal. Tapi kami optimistis, KARAENG akan kembali menjadi rumah bagi kartunis Kota Daeng,” pungkas Irfan. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Besok 18 Agustus 2026 BEM UI Demo di Bundaran HI, Panggilan untuk Rakyat yang Merasa Dijajah!
• 3 jam lalu
0
thumb
Kirab Jelang Upacara HUT Ke-81 RI, Bendera Merah Putih Dibawa dengan Kereta Garuda Prabayaksa
• 17 jam lalu
0
thumb
Putri Nusantara Takluk dari Singapura di Srikandi Merdeka Cup, Takumi Taniguchi: Maaf untuk Kekalahan, Pemain Sudah Berikan yang Terbaik
• 5 jam lalu
0
thumb
Pernyataan Menko Polkam Djamari Chaniago soal Eskalasi Sosial di Aceh dan Papua
• 16 jam lalu
0
thumb
Istana Sebut Sejumlah Menteri Peringati HUT ke-81 RI di NTT
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.