Pantau - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dalam RAPBN 2027 menjadi sinyal optimisme pemerintah untuk membawa perekonomian Indonesia keluar dari zona pertumbuhan 5 persen menuju tingkat yang lebih tinggi.
Misbakhun menyampaikan penilaian tersebut kepada Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), menjelang momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut dia, setelah 81 tahun merdeka, kemandirian Indonesia perlu diwujudkan tidak hanya dalam bidang politik dan sosial, tetapi juga melalui pembangunan ekonomi yang kuat, produktif, dan mampu menciptakan kesejahteraan.
"Pertumbuhan ekonomi 6 persen ini adalah pertumbuhan ekonomi yang memberikan pesan yang kuat kepada pasar bahwa Bapak Presiden memberikan sinyal yang optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi kita tahun 2027 nanti. Jadi, 2027 kita ditargetkan keluar dari zona pertumbuhan 5 persen. 6 persen ini adalah zona baru pertumbuhan ekonomi kita untuk menuju ke 8 persen seperti yang ditargetkan dalam visi Bapak Presiden," ujar Misbakhun.
Kebijakan Fiskal dan Moneter Perlu BersinergiMisbakhun menegaskan pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6 persen membutuhkan kerja keras dan konsolidasi seluruh pemangku kepentingan.
Ia menilai sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi salah satu kunci untuk menjaga likuiditas pasar, menggerakkan sektor riil, serta memperluas ekspansi kredit perbankan.
"Konsolidasi besar ini tidak bisa berjalan sendiri hanya dari dorongan kebijakan fiskal semata maupun kebijakan moneter semata. Harus berasal dari bauran kebijakan sehingga resultannya adalah pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat menuju target 6 persen," katanya.
Misbakhun juga mendorong percepatan realisasi berbagai proyek strategis yang telah dilakukan groundbreaking oleh Presiden agar segera memberikan dampak terhadap investasi dan penciptaan lapangan kerja.
"Ketika lapangan pekerjaan tercipta, masyarakat memperoleh penghasilan. Dengan penghasilan itu mereka bisa melakukan konsumsi. Dengan investasi yang ada, produktivitas juga meningkat dan ekonomi akan bergerak lebih cepat," jelasnya.
DPR Kawal RAPBN 2027Misbakhun menilai pembangunan tiga juta rumah, hilirisasi industri, serta pengembangan sektor energi dan mineral perlu terus dipercepat untuk memperkuat produktivitas dan fondasi ekonomi nasional.
Komisi XI DPR RI akan terus mengawal pembahasan RAPBN 2027 agar kebijakan anggaran mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
"Kita harus terus membangun kekuatan ekonomi nasional. Pertumbuhan yang lebih tinggi harus diterjemahkan menjadi lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Misbakhun.





Komentar (0)