BYD M6 DM, Begini Cara Kerja Mesin Bensin dan Motor Listriknya

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

BYD M6 DM menggunakan teknologi plug-in hybrid (PHEV) dengan motor listrik sebagai penggerak utama. Mesin bensin 1.5 liter bekerja ketika sistem membutuhkan suplai energi ke baterai atau saat kendaraan memerlukan tambahan tenaga.

Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata, menjelaskan kerja mesin bensin dan motor listrik pada BYD M6 DM diatur oleh teknologi Dual Mode (DM). Sistem tersebut membuat mobil dapat mengandalkan tenaga listrik dalam aktivitas berkendara sehari-hari, sementara mesin bensin bekerja sesuai kebutuhan.

"Kami memposisikan motor listrik sebagai 'pemeran utama' saat mobil melaju di jalanan. Pengemudi akan merasakan sensasi berkendara yang murni seperti mobil listrik dalam aktivitas sehari-hari," ujar Bobby saat ditemui di Tangerang pada pameran GIIAS 2026 lalu.

Mesin bensin tidak bekerja sepanjang waktu. Ketika sistem membutuhkan energi tambahan, mesin akan aktif untuk memasok energi listrik ke baterai atau memberikan tenaga langsung ke roda.

Perpindahan kerja antara mesin bensin dan motor listrik tersebut diatur secara otomatis oleh sistem manajemen energi.

"Pengemudi tidak akan merasakan jeda atau hentakan saat sistem mengaktifkan mesin bensin. Semua berjalan secara mulus sehingga pengemudi tetap menikmati akselerasi yang halus, responsif, dan senyap," tambah Bobby.

Bobby menjelaskan, teknologi Dual Mode generasi kelima pada M6 DM memang dirancang dengan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin berfungsi sebagai pendukung ketika dibutuhkan.

"Teknologi Dual Mode generasi kelima yang kami benamkan pada BYD M6 DM menempatkan motor listrik sebagai penggerak utama. Kami merancang sistem ini agar mesin bensin tidak perlu bekerja terus-menerus, melainkan menyokong sistem penggerak secara otomatis hanya saat kondisi benar-benar memerlukannya," terang Bobby.

Mesin 1.5 liter dengan efisiensi termal 46,06 persen

Sistem penggerak BYD M6 DM terdiri dari tiga komponen utama, yakni mesin hybrid 1.5 liter naturally aspirated, Electric Hybrid System (EHS), dan Blade Battery.

Dari ketiganya, mesin bensin 1.5 liter memiliki peran sebagai sumber tenaga ketika sistem membutuhkan dukungan dari mesin pembakaran internal. BYD juga mengoptimalkan mesin tersebut untuk menghasilkan efisiensi termal yang tinggi.

"Mesin hybrid 1.5L pada M6 DM ini mampu mencatatkan efisiensi termal hingga 46,06 persen. Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di dunia untuk kategori mesin produksi massal. Kami mencapai tingkat efisiensi luar biasa ini berkat penggunaan rasio kompresi tinggi 16:1 dan optimasi pembakaran yang tetap cocok dengan bensin minimal RON 92," tegas Bobby.

Selain mesin, lanjutnya penyaluran tenaga mengandalkan Electric Hybrid System (EHS). Komponen ini menggabungkan motor listrik, kontrol elektronik, serta sistem pendingin dalam satu unit.

"Kami mengintegrasikan motor listrik, kontrol elektronik, hingga sistem pendingin ke dalam satu unit EHS yang jauh lebih ringkas. Langkah integrasi ini berhasil memangkas bobot dan volume sistem hingga sekitar 30 persen," ungkap Bobby.

Pengurangan bobot dan volume tersebut menjadi bagian dari sistem penggerak yang digunakan M6 DM. Motor listrik tetap menjadi sumber penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja sesuai kebutuhan yang ditentukan sistem.

Kombinasi tersebut kemudian berdampak pada konsumsi bahan bakar. BYD mengklaim M6 DM mampu mencapai efisiensi hingga 65 km/liter ketika baterai dan tangki bensin dalam kondisi terisi penuh.

"Hasil dari seluruh penyempurnaan sistem ini sangat terasa pada konsumsi bahan bakar. Berdasarkan pengujian dan simulasi internal kami, BYD M6 DM mampu menempuh jarak sejauh 150 kilometer dengan mencatatkan efisiensi hingga 65 km/liter saat kondisi baterai dan tangki bensin terisi penuh," tutup Bobby.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bantuan Pembaca "Kompas" Disalurkan untuk Korban Gempa Flores
• 6 jam lalu
0
thumb
Jejak Sejarah Penjajahan Indonesia yang Ada di Museum Belanda
• 8 jam lalu
0
thumb
Bapeten Pastikan Tak Ada Paparan Radiasi Pengion di NTT Usai Gempa 7,7 M
• 6 jam lalu
0
thumb
Ketika Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Pulau Biak, Momentum untuk Mengingat Sejarah Penting Indonesia
• 14 jam lalu
0
thumb
Kasus Dana CSR BI-OJK Sudah 1 Tahun, Ketua KPK: Masalah Waktu Saja
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.