Bantuan Pembaca "Kompas" Disalurkan untuk Korban Gempa Flores

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Bantuan kemanusiaan dari pembaca Kompas mulai disalurkan kepada para penyintas gempa Flores, Nusa Tenggara Timur. Melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, bantuan senilai Rp 30,9 juta dikirimkan kepada warga yang mengungsi di Posko Stadion Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (17/8/2026).

Bantuan tersebut berupa beras, mi instan, perlengkapan mandi, serta kebutuhan balita dan perempuan. Penyaluran dilakukan di tengah kondisi para penyintas yang masih membutuhkan berbagai kebutuhan dasar dan khawatir kembali ke rumah akibat gempa susulan yang masih terjadi.

”Yayasan DKK berkolaborasi dengan jejaring untuk sesegera mungkin mengirimkan bantuan dari para pembaca,” kata Manajer Eksekutif Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) Anung Wedyartaka, Senin.

Di Stadion Gelora Samador tercatat sekitar 400 keluarga dengan jumlah pengungsi sekitar 1.000 orang. Bantuan pembaca Kompas disalurkan melalui kolaborasi dengan jejaring di Maumere, termasuk Bank NTT.

”Kolaborasi baik semacam ini sangat bermanfaat dan meringankan beban warga. Kami senang dan sangat berterima kasih bisa bekerja sama dengan Dana Kemanusiaan Kompas,” kata Pimpinan Cabang Bank NTT di Maumere, Emanuel Sina Rato Meka, seusai menyerahkan bantuan di posko pengungsian.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan ketika kebutuhan logistik di sejumlah wilayah terdampak gempa masih tinggi. Dua hari setelah gempa yang menewaskan puluhan orang itu, sejumlah daerah masih sulit dijangkau. Sebagian warga terdampak masih menunggu pasokan kebutuhan dasar.

Hingga Senin siang, stok logistik di sejumlah lokasi bencana juga terus menipis. Namun, kiriman bantuan melalui jalur laut dari Surabaya mulai berdatangan.

Baca JugaTiga Hari Pascagempa Flores, Pengungsi di Nagekeo Kelaparan
Perkuat distribusi bantuan

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama berbagai unsur juga terus memperkuat distribusi bantuan untuk menjangkau daerah-daerah terdampak, termasuk wilayah yang terisolasi.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangan BNPB pada Senin siang mengatakan, Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, telah menampung dan menyalurkan berbagai bantuan logistik, termasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden. Logistik tersebut diteruskan melalui dua posko utama di NTT, yakni Labuan Bajo dan Maumere.

Posko Labuan Bajo melayani distribusi bantuan untuk Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, Posko Maumere menjadi titik distribusi untuk Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Untuk menjangkau wilayah yang terkendala kondisi geografis, BNPB bersama unsur gabungan mengerahkan armada melalui jalur darat, laut, dan udara. Enam pesawat disiagakan di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere. Helikopter juga disiapkan, antara lain untuk mendukung evakuasi medis darurat.

Baca JugaGempa M 7,7, Saatnya Memahami ”Flores Back-Arc Thrust”

Di jalur darat, truk-truk logistik dikerahkan dari sejumlah titik distribusi utama. Sementara melalui jalur laut, kapal Pelni dan feri dioperasikan untuk membantu pengiriman logistik ke wilayah kepulauan, termasuk Pulau Palue.

Berdasarkan pembaruan BNPB, hingga Senin jumlah korban meninggal tercatat 54 orang. Pendataan korban luka dan dampak kerusakan masih terus dilakukan karena kondisi di lapangan masih dinamis.

Selain penanganan kebutuhan darurat, BNPB mulai mendorong percepatan pendataan kerusakan rumah warga. Suharyanto meminta pemerintah daerah melakukan pendataan secara paralel dan berjenjang berdasarkan nama dan alamat (by name by address). Pemerintah daerah tidak perlu menunggu seluruh pendataan selesai untuk mengajukan penanganan.

”Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat, menjadi prioritas utama kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah permukiman warga terpenuhi,” ujar Suharyanto.

Menurut dia, data yang telah diverifikasi dapat segera digunakan sebagai dasar untuk memulai perbaikan.

”Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua. Begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat,” katanya.

Di tengah upaya pemerintah memperkuat distribusi logistik, bantuan dari masyarakat terus dihimpun untuk membantu memenuhi kebutuhan para penyintas. Melalui YDKK, bantuan pembaca Kompas akan disalurkan dengan berkolaborasi bersama jejaring di daerah agar dapat menjangkau warga terdampak yang membutuhkan.

Baca JugaJateng Kirimkan Personel dan Bantuan untuk Korban Gempa Flores


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ribuan Tamu Undangan Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Indonesia Mulai Memadati Istana Kepresidenan
• 13 jam lalu
0
thumb
Terkuak Alasan Provinsi NTT Rawan Terjadi Gempa Bumi, Ahli Ingatkan Perlu Bangunan Berstruktur Kuat sampai Edukasi Warga
• 1 jam lalu
0
thumb
Regal Bloom: Koleksi 17 Tahun Purana, Hadirkan Efek Jacquard di Kain Sustainable
• 8 jam lalu
0
thumb
Yusril: Mudah-mudahan Aceh Sudah Kondusif, Semua Pihak Jaga Kedamaian
• 7 jam lalu
0
thumb
Pernyataan Menko Polkam soal Penurunan Bendera Merah Putih di Aceh, Singgung Pidana
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.