Brand fashion dan lifestyle lokal, Purana, menyambut usia ke-17 tahun dengan koleksi anyar. Sejalan dengan karakter brand, koleksi ini tetap bermain dengan motif-motif khas Indonesia. Namun, motif flora, fauna, hingga batik pada garmen tampak lebih hidup lewat teknik printing
Regal Bloom Spring/Summer 2027 perdana diperkenalkan ke publik pada Jumat (14/8) lewat fashion show pembuka pameran seni PURANA 17: Renjana Perca.
Sebanyak 20 looks dihadirkan di atas catwalk, merepresentasikan koleksi penuh motif yang dicetak dengan efek jacquard. Teknik printing ini menghasilkan efek 3D di atas kain, memberikan kesan mewah pada tampilan busana.
Chief Creative Officer Purana, Nonita Respati, memadukan tradisi dekoratif klasik Eropa—jacquard—dengan permainan motif-motif warisan budaya Indonesia. Corak tartan khas Skotlandia muncul berdampingan dengan motif tropis Nusantara, dari bunga bakung, bunga kecombrang, bunga melati, merpati pelangi, sampai motif batik parang.
“Sense Indonesianya masih ada lewat motif, tapi kita eksekusinya seolah-olah itu dengan teknik jacquard. Jacquard itu teknik tekstil yang memang sangat umum di Eropa, tetapi saat kita bawa ke sini, sebenarnya dia print. Jadi, itu memang efek yang mau kita buat; seolah-olah 3D, tapi sebenarnya 2D,” jelas Nonita saat konferensi pers PURANA 17: Renjana Perca di Main Atrium East Mall Grand Indonesia, Jumat (14/8).
Bukan Purana namanya jika tidak menerapkan esensi keberlanjutan dalam praktiknya. Dalam koleksi ini, busana yang ditampilkan terlihat flowy dan sedikit mengilap; sekilas tampak seperti silk.
Namun, Nonita mengatakan, dia tidak memakai silk, melainkan tencel dan bemberg yang diklaim lebih ramah lingkungan.
“Sesuai dengan pemakaian yang tinggal di daerah tropis, bahannya sangat ringan dan nyaman. Saya ingin menciptakan sesuatu yang mewah, tapi saya tidak mau silk karena silk itu masih debatable; apakah dia sustainable atau tidak. Jadi, saya memilih serat tencel yang kemudian dijadikan (kain) bemberg,” imbuh Nonita.
Untuk ini, Purana bekerja sama dengan dua produser serat ternama, yaitu Asahi Kasei dari Jepang dan Lenzing dari Austria.
Elemen Indonesia tidak hanya hadir lewat motif-motif khas, tetapi juga siluet. Purana memperkenalkan kebaya janggan serta blus sleeveless dengan struktur serupa janggan bertabur motif. Tampilan yang elegan, dipadukan dengan bahan flowy, membuat kebaya dan blus ini busana yang versatile.
Menyesuaikan dengan musim fashion dan iklim tropis Indonesia, koleksi ini juga merilis dress flowy bergaya santai, celana loose yang ringan dan menari dalam setiap movement, sampai set blus dan bawahan senada yang ringan dan apik.
“Ada janggan, dresses, kaftan tunic, satu set dengan celana, loungewear, lalu kita juga mengombinasikan janggan sehingga bisa dipakai dengan vest dan celana. Jadi, ini tidak cuma soal janggan dan kain; kita memberikan twist pada tampilannya,” tutur Nonita.
Koleksi ini akan tersedia di gerai-gerai resmi Purana mulai Oktober 2026. Saat ini, Regal Bloom masih bisa dibeli secara prapesan, mengingat proses printing yang cukup rumit di atas serat kain alami. Kamu tertarik, Ladies?






Komentar (0)