Timnas Putri U-16 Indonesia menaklukkan Malaysia dalam lanjutan Grup A Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (16/8).
Tiga gol Garuda Pertiwi masing-masing dicetak Fadilla, Jazlyn Kayla Firyal, dan Nafeeza Ayasha Nori. Hasil tersebut membuat pasukan Timo Scheunemann menyapu dua pertandingan awal dengan kemenangan dan mengoleksi enam poin.
Bagi Timo, kemenangan atas Malaysia terasa spesial karena diraih bertepatan dengan momentum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Malaysia pun bukan lawan yang ia pandang sebelah mata. Tim muda Malayan Tigress dinilainya memiliki sejumlah pemain dengan kemampuan menonjol.
Meski begitu, perhatian Timo setelah laga bukan semata tertuju kepada skor besar. Pelatih Garuda Pertiwi tersebut melihat anak asuhnya masih membutuhkan waktu terlalu lama untuk menemukan ritme permainan.
“Intinya, mereka itu harus bisa lebih tenang. Enggak bisa tuh 30 menit baru menemukan bentuk permainan. Itu sesuatu yang harus mereka pelajari , yakni belajar mengatasi ketegangan di menit-menit pertama. Kemudian, kami juga harus jaga euforia karena sudah memastikan lolos. Mereka harus belajar untuk tetap fokus pada pertandingan berikutnya,” kata Timo dalam keterangan resmi turnamen.
Timo Scheunemann Soroti Ketegangan Garuda Pertiwi
Peringatan Timo menjadi catatan penting di tengah perjalanan positif Garuda Pertiwi pada Srikandi Merdeka Cup 2026.
Indonesia memang mampu menguasai pertandingan dan menutup laga tanpa kebobolan. Namun, Timo menilai perkembangan pemain muda tidak cukup hanya diukur dari hasil akhir. Kemampuan mengelola tekanan sejak menit pertama juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan tim.
Garuda Pertiwi sebenarnya langsung mengambil inisiatif serangan saat menghadapi Malaysia. Timo mempertahankan komposisi pemain yang sebelumnya digunakan ketika meraih kemenangan atas Arab Saudi.
Nafeeza Ayasha Nori dan Kesya Arabela Manisya Nian menjadi motor kreativitas di lini tengah. Tekanan Indonesia membuat Malaysia lebih banyak bertahan di wilayah permainannya sendiri pada periode awal laga.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-14.
Akselerasi Anya Gabriella Chandra dilanjutkan dengan umpan terobosan yang membuka ruang bagi Fadilla. Sang penyerang lebih dahulu mengontrol bola, mengecoh penjaga gawang Malaysia, kemudian mengirim bola ke gawang yang sudah terbuka.
Gol tersebut sekaligus memberi Garuda Pertiwi ruang untuk semakin leluasa mengembangkan permainan.
Jazlyn Kayla Firyal Gandakan Keunggulan
Tekanan Indonesia tidak berhenti setelah gol pertama.
Garuda Pertiwi mendapatkan momentum untuk memperbesar keunggulan pada menit ke-32. Sepak pojok Nafeeza menimbulkan kemelut di depan gawang Malaysia.
Dalam situasi tersebut, Dishana Nagarajan Pillay dinilai melakukan pelanggaran terhadap Jazlyn Kayla Firyal. Wasit kemudian meninjau kejadian melalui Video Assistant Referee atau VAR sebelum memberikan penalti untuk Garuda Pertiwi.
Jazlyn mengambil sendiri tanggung jawab sebagai eksekutor. Ia sukses menaklukkan kiper Malaysia untuk membawa Indonesia unggul 2-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, arah pertandingan tidak berubah secara drastis. Garuda Pertiwi tetap lebih sering mengalirkan serangan ke wilayah pertahanan Malaysia.
Malayan Tigress mulai mencoba keluar dari tekanan dengan bermain lebih terbuka. Beberapa kesempatan tercipta, tetapi belum mampu memberikan ancaman serius terhadap gawang Alleana Ayu Arumy.
Gol Spektakuler Nafeeza Tutup Kemenangan
Gol ketiga Garuda Pertiwi hadir pada menit ke-80 dan menjadi salah satu momen menarik dalam pertandingan.
Nafeeza Ayasha Nori yang menjadi eksekutor tendangan sudut dari sisi kanan mengirim bola menggunakan kaki kirinya. Bola melengkung menuju tiang jauh dan langsung masuk ke gawang Malaysia yang dijaga Putri Aina Husna binti Mohd Subri.
Skor berubah menjadi 3-0 sekaligus memastikan kemenangan Garuda Pertiwi.
Bagi Nafeeza, gol tersebut bahkan berada di luar perkiraannya. Pemain bernomor punggung 10 itu mengaku awalnya hanya bermaksud mengirim umpan dari tendangan sudut.
“Jujur, aku nggak nyangka bisa cetak gol dari corner. Dari awal, aku cuma mau umpan lambung, tapi ternyata Tuhan kasih keberuntungan ke aku, bolanya berbelok dan masuk ke gawang,” ujar Nafeeza.
Namun, Nafeeza juga menyatakan bahwa lahirnya gol tersebut tak lepas dari perpaduan latihan bola mati yang terus diasah saat latihan.
Garuda Pertiwi Sudah Lolos, Timo Minta Fokus Tak Hilang
Dua kemenangan dalam dua pertandingan menempatkan Garuda Pertiwi dalam posisi kuat di Grup A sekaligus mengamankan jalan menuju semifinal.
Namun, satu pekerjaan belum selesai.
Garuda Pertiwi masih harus menghadapi Hong Kong pada pertandingan terakhir fase grup. Hasil pertandingan tersebut akan menentukan posisi akhir Indonesia. Garuda Pertiwi hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan status juara grup.
Situasi inilah yang membuat Timo Scheunemann tidak ingin para pemain terlalu cepat merasa puas.
Kemenangan beruntun, tiket semifinal, dan skor telak atas Malaysia bisa menjadi suntikan kepercayaan diri. Di sisi berbeda, euforia berlebihan dapat mengganggu konsentrasi pemain muda. Timo ingin timnya belajar menghadapi dua hal tersebut secara bersamaan.
Pesannya sederhana. Tetap tenang ketika laga dimulai, lalu membumi ketika kemenangan sudah berada dalam genggaman.
Malaysia Akui Garuda Pertiwi Lawan Berat
Pelatih Malaysia, Fairuz Montana bin Zainal Abidin, mengakui hasil pertandingan tidak sesuai dengan harapan timnya.
Sebelum laga, ia sempat memiliki keyakinan Malaysia mampu memberikan perlawanan kepada Indonesia. Kenyataannya, Garuda Pertiwi menjadi lawan yang sulit ditaklukkan.
“Mungkin keberuntungan belum memihak kami malam ini. Ternyata tim Garuda Pertiwi merupakan lawan yang berat bagi kami. Tapi menurut saya perlawanan kami malam ini terasa seperti babak final melihat tim berjuang di lapangan,” ungkap Montana.
Ia tetap mengambil sisi positif dari penampilan para pemain muda Malaysia. Menurutnya, menghadapi Garuda Pertiwi memberikan pengalaman yang berguna bagi perkembangan anak asuhnya.
Bagi Indonesia, kemenangan ini membawa cerita yang sedikit berbeda. Tiket semifinal memang telah diamankan, tetapi Timo Scheunemann tampaknya belum ingin melihat pasukannya mengendur.
Srikandi Merdeka Cup masih berjalan. Dan bagi Garuda Pertiwi, kemenangan 3-0 atas Malaysia bukan garis finis.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)






Komentar (0)