Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Logistik Rp958 Juta hingga Tenaga Kesehatan ke NTT

suarasurabaya.net
52 menit lalu
Cover Berita

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai bentuk solidaritas antar daerah, Khofifah memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim gerak cepat memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (17/8/2026).

“Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, terutama keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta,” sambungnya.

Gubernur Jatim itu juga mendoakan para korban meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan, kepada korban luka semoga segera diberikan kesembuhan, dan seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan melewati masa sulit ini,” turutnya.

Khofifah menegaskan gempa yang melanda NTT, merupakan duka bersama yang harus direspons dengan semangat gotong royong.

“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu,” ucapnya.

Sebagai bantuan awal, Pemprov Jatim melalui BPBD Jatim telah memberangkatkan tujuh personel advance menuju wilayah terdampak pada Minggu (16/8/2026) kemarin.

Enam personel merupakan bagian dari Tim Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) yang akan diperbantukan untuk bergabung dengan Basarnas dan unsur potensi SAR dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Sementara satu personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) ditugaskan untuk mendukung pengumpulan, pengolahan, serta sinkronisasi data kebencanaan di lapangan.

“Enam personel kita memiliki spesifikasi pencarian dan pertolongan. Mereka akan bergabung dan berkoordinasi dengan Basarnas serta tim SAR di lapangan. Satu personel Pusdalops akan membantu memastikan data dan informasi kebencanaan dapat dihimpun secara cepat dan akurat,” kata Khofifah.

Selain mendukung operasi pencarian dan pertolongan, tim advance BPBD Jatim juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat. Tim itu akan melakukan asesmen untuk memetakan kondisi lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang harus segera mendapatkan dukungan.

Selain itu, Pemprov Jatim juga mengerahkan tim kesehatan untuk mendukung pelayanan medis darurat bagi korban maupun masyarakat di lokasi pengungsian.

“Penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Selain pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan bagi korban dan masyarakat di pengungsian juga menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, kita juga mengirim dukungan tim kesehatan,” katanya.

Dukungan layanan kesehatan tersebut diperkuat oleh tim dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang terdiri atas empat personel tenaga medis meliputi dokter spesialis orthopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat, serta didukung tim teknis.

Selain tenaga kesehatan, tim RSUD Dr. Soetomo juga membawa bantuan obat-obatan dan berbagai peralatan medis untuk penanganan korban gempa, terutama peralatan untuk mendukung tindakan anestesi dan pembedahan.

Selanjutnya, Pemprov Jatim juga menyiapkan bantuan logistik hasil konsolidasi BPBD Provinsi bersama sejumlah Perangkat Daerah (PD) yang mencapai 8,4 ton logistik senilai Rp985 juta.

“Ini adalah bentuk gotong royong seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Bantuan kita konsolidasikan dari BPBD bersama berbagai PD agar kebutuhan yang paling mendesak bagi saudara-saudara kita di NTT dapat segera dikirimkan,” kata Khofifah.

Secara rinci, bantuan tersebut terdiri atas 167 unit perlengkapan anak atau kidsware, 125 unit velbed, masing-masing 2.024 kaleng makanan siap saji berupa nasi goreng ayam, nasi kare ayam dan nasi opor ayam, serta 432 paket lauk pauk.

Selain itu, turut dikirim 2.076 kaleng Tambah Gizi Koktail, 2.076 kaleng Tambah Gizi Kacang Hijau, 1.600 pack Biskuit Klepon, 2.000 pack Biskuit Minimanis, 1.620 pack Biskuit Marie Susu, serta 2.160 pack Biskuit Malkist Susu.

Khofifah mengatakan, bantuan tahap awal tersebut diberangkatkan menggunakan satu unit truk berkapasitas 8,4 ton berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada, Senin hari ini, pukul 06.00 WIB menuju Ende NTT.

Selanjutnya, bantuan diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KM Dharma Rucitra 8 dari Dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, menuju Pelabuhan Soekarno, Ende, Nusa Tenggara Timur.

Setibanya di Ende, seluruh bantuan akan langsung diserahterimakan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT untuk selanjutnya didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak sesuai hasil pemetaan kebutuhan di lapangan.

“Nantinya total bantuan dari Jawa Timur yang akan diberangkatkan diperkirakan sebanyak 100 ton. Yang diberangkat tanggal 17 Agustus 2026 sebanyak 8,4 ton, sisanya akan diberangkatkan tanggal 20 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo,” katanya.

“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak bantuan yang kita kirimkan, tetapi bagaimana bantuan tersebut bisa segera sampai dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Karena itu, koordinasi dengan BPBD NTT dan tim kita yang sudah berada di lapangan terus dilakukan,” tegas Khofifah.(wld/bil/iss)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Rampung 2027, Nilai Proyek Rp 11,3 T
• 5 jam lalu
0
thumb
IHSG Berpeluang Menguat Usai Libur 17 Agustus, Uji 6.440-6.544
• 8 jam lalu
0
thumb
Pakai Baju Adat NTT, Nicolas Nonton Peringatan HUT Ke-81 RI di Depan Istana
• 4 jam lalu
0
thumb
Ramalan Zodiak Minggu Ini: Hubungan, Karier, dan Keuangan di 17 - 23 Agustus 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
Kalah Judol, Pria di Ogan Ilir Bakar Rumahnya, Lalu Merembet ke 5 Rumah Lain
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.