Terkini, Makassar — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Makassar tidak hanya diisi dengan upacara pengibaran dan penurunan bendera, tetapi juga menjadi momentum Pemerintah Kota Makassar menghadirkan sejumlah inovasi pelayanan publik berbasis digital.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, peringatan kemerdekaan harus dimaknai dengan mengisi pembangunan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Yang paling penting bagaimana kita bersama-sama mengisi kemerdekaan ini dengan baik. Artinya, melaksanakan proses-proses pembangunan, pemerintah terus harus berfungsi sebagai pelayan masyarakat,” ujar Munafri.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab menyediakan berbagai layanan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menghadirkan inovasi untuk mempermudah akses pelayanan publik.
Pada momentum bersejarah tersebut, Pemkot Makassar meluncurkan tiga fitur baru yang terintegrasi dalam aplikasi Lontara Plus, yakni layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), layanan administrasi kependudukan melalui Dukcapil, serta Makassar Move.
Munafri menegaskan, kehadiran fitur tersebut bukan sekadar bentuk pemberian pemerintah kepada masyarakat, melainkan bagian dari hak warga untuk memperoleh pelayanan publik yang mudah dan cepat.
“Ini bukan hadiah, tapi ini adalah hak yang dimiliki oleh warga Kota Makassar untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan terhadap akses yang diberikan,” katanya.
Pembayaran PBB Lebih Mudah
Salah satu fitur baru yang dihadirkan adalah layanan pembayaran PBB secara digital melalui Lontara Plus.
Munafri mengatakan, inovasi tersebut dibuat untuk memangkas proses pembayaran yang selama ini dinilai masyarakat masih berbelit-belit.
“Mulai dari proses pembayaran PBB yang selama ini dianggap berbelit-belit, kami membuat sebuah terobosan untuk masuk ke dalam Lontara dengan memberikan fitur-fitur yang lebih menarik,” jelasnya.
Selain kemudahan transaksi, layanan tersebut juga dilengkapi berbagai program dan hadiah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak daerah.
Layanan Dukcapil dari Gawai
Fitur kedua berkaitan dengan pelayanan administrasi kependudukan. Melalui integrasi layanan Dukcapil, masyarakat diharapkan tidak lagi selalu harus datang langsung ke kantor untuk mengurus sejumlah kebutuhan administrasi kependudukan.
Munafri mencontohkan layanan yang berkaitan dengan proses administrasi kelahiran.
“Dari Dukcapil untuk proses kependudukan yang mungkin selama ini harus datang ke kantor Dukcapil, ada yang tidak punya waktu dalam proses kelahiran dan sebagainya. Nah, inilah yang kita lakukan berbagai perubahan dan perbaikan sehingga fitur ini benar-benar bisa bermanfaat dan lebih mudah,” ungkapnya.
Makassar Move Jadi Ruang Interaksi Warga dan Pemerintah
Sementara itu, fitur ketiga adalah Makassar Move. Layanan ini dirancang sebagai ruang interaksi digital antara masyarakat dan pemerintah.
Melalui Makassar Move, warga yang melakukan aktivitas sehat seperti berjalan kaki, jogging, berlari, hingga bersepeda dapat melaporkan berbagai kondisi yang ditemukan di jalan.
Laporan tersebut selanjutnya dapat menjadi informasi bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan.
“Makassar Move ini adalah sebuah kegiatan di mana masyarakat Kota Makassar yang datang melakukan kegiatan sehat setiap hari, baik itu yang berjalan, jogging, berlari, maupun naik sepeda, bisa melaporkan hal-hal yang mereka lihat di jalanan untuk dilakukan pola perbaikan,” kata Munafri.
Ia menilai, konsep tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
“Ini yang kita maksudkan sebagai ruang interaksi, ruang komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat untuk membangun sebuah kebersamaan yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan sistem tersebut, persoalan yang luput dari perhatian pemerintah dapat lebih cepat diketahui melalui laporan masyarakat yang masuk secara digital.
Apresiasi untuk Paskibraka
Selain berbicara mengenai inovasi pelayanan publik, Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka Kota Makassar yang bertugas dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia memberikan penghargaan khusus terhadap formasi yang ditampilkan Paskibraka karena dinilai membutuhkan konsentrasi, kesiapan fisik, dan mental yang tinggi.
“Formasi yang dilakukan adalah sebuah penampilan yang memang membutuhkan konsentrasi. Saya sangat salut melihat anak-anak ini sangat luar biasa, pelatihan setiap hari mempersiapkan fisik dan mental,” tuturnya.
Munafri menilai, tidak semua pelajar memperoleh kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari Paskibraka. Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka dan tim yang terlibat dalam pelaksanaan upacara.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh Paskibraka, seluruh peserta, seluruh tim yang bekerja dengan sangat baik pada saat hari ini,” pungkasnya.





Komentar (0)