Anggota DPR Apresiasi Gerak Cepat Penanganan Gempa NTT, Minta Korban dan Pengungsi Didata Menyeluruh

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengapresiasi gerak cepat pemerintah pusat dan daerah bersama BNPB, Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait dalam menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selly menilai respons cepat diperlukan agar proses evakuasi berjalan maksimal sekaligus memastikan informasi dapat menjangkau masyarakat yang masih mengalami trauma dan ketakutan.

"Saya juga meminta agar pendataan korban dan masyarakat terdampak dilakukan dengan cepat, akurat, dan menyeluruh, bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan di pengungsian," ucap Selly dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Selly juga menyampaikan duka mendalam kepada masyarakat yang terdampak bencana dan meminta tim kemanusiaan terus menyisir lokasi terdampak serta memeriksa puing-puing untuk mencari kemungkinan adanya korban tambahan.

DPR Minta Jalur Bantuan Segera Dibuka

Selly meminta pemerintah memastikan makanan, air bersih, obat-obatan, layanan kesehatan, tenaga medis, serta kebutuhan anak-anak tersedia sejak awal masa penanganan bencana.

Menurut dia, anak-anak harus tetap memperoleh rasa aman dan kesempatan belajar meski berada dalam situasi bencana.

Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada kelompok rentan, termasuk lansia, perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Selly meminta BNPB, Polri, dan TNI melakukan penyisiran ke daerah terdampak, terutama wilayah terpencil yang akses transportasinya terputus.

"Lakukan upaya pembukaan jalur agar akses bantuan dan logistik bisa masuk," tuturnya.

Ia menekankan masyarakat di daerah terpencil atau wilayah yang terisolasi tidak boleh merasa ditinggalkan dalam proses penanganan bencana.

Pemulihan Trauma Korban Jadi Perhatian

Selly mendorong Kementerian Sosial melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) memperkuat dukungan psikososial dan pendampingan bagi masyarakat terdampak, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan akses terputus.

Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya mencakup evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pemulihan kondisi mental masyarakat.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga diminta memastikan perempuan dan anak memperoleh perlindungan khusus, termasuk trauma healing, pendampingan psikologis, dan ruang aman di lokasi pengungsian.

"Jangan sampai bencana menimbulkan trauma berkepanjangan maupun kerentanan baru terhadap kekerasan," ucap Selly.

Selly turut meminta BNPB mendata dan memprioritaskan evakuasi wisatawan di NTT, khususnya mereka yang berada di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Pemerintah Salurkan 52 Ton Logistik

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyatakan tambahan 25 ton bantuan pemerintah tiba di sejumlah daerah terdampak pada hari kedua penanganan gempa, Minggu (16/8/2026).

Sejak penanganan dimulai setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026), pemerintah tercatat telah menyalurkan total 52 ton logistik.

Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, air minum, sembako, obat-obatan, alat kesehatan, tenda, air bersih, serta berbagai kebutuhan pengungsi lainnya.

"Di hari kedua, bantuan logistik terus didatangkan untuk saudara-saudara kita di NTT. Pemerintah terus bergerak memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan bantuan tiba hingga ke lokasi," kata Teddy.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
HUT RI, layanan SIM Keliling di Jakarta libur
• 7 jam lalu
0
thumb
Catat! Ini Panduan Rute dan Titik Terbaik untuk Nonton Parade Karnaval HUT ke-81 RI
• 20 jam lalu
0
thumb
RI Rayakan Kemerdekaan, Investor Pelototi Hasil Rapat BI-The Fed
• 9 jam lalu
0
thumb
Dasco Serukan Optimisme Menuju Indonesia Emas pada Momentum HUT RI
• 24 menit lalu
0
thumb
Bupati Wajo Kukuhkan 70 Paskibraka, Siap Bertugas di HUT Ke-81 RI
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.