JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya memandang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk membuka ruang kerja dan kewirausahaan bagi generasi muda.
Langkah ini sekaligus dinilai efektif sebagai strategi menekan angka pengangguran di tengah pergeseran tren dunia kerja akibat disrupsi teknologi.
Teuku Riefky menuturkan kemajuan teknologi memicu pertumbuhan model pekerjaan yang lebih fleksibel.
Salah satunya adalah skema gig economy yang memberikan keleluasaan bagi pekerja muda untuk berkarya secara produktif tanpa terikat oleh kewajiban hadir di kantor.
"Sekarang, banyak gig economy yang menuntut generasi muda menjadi pekerja lepas tanpa harus berada di kantor," kata Riefky dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026).
Baca Juga: Prabowo: 290 BUMN Tak Produktif Sudah Ditutup, Target Maksimal 300 BUMN Produktif
"Kementerian Ekraf senantiasa terus mendorong pengembangan kapasitas generasi muda melalui berbagai pelatihan," imbuh pria yang juga menjabat Kepala Badan Ekonomi Kreatif tersebut.
Riefky menambahkan perpaduan antara literasi digital dan adopsi AI akan memperlebar akses para talenta muda terhadap beragam peluang karier.
Pelatihan keahlian seperti pengisi suara (voice over) atau afiliator, misalnya, dapat diintegrasikan dengan kapabilitas AI untuk memproduksi konten kreatif yang punya nilai ekonomi.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi kian esensial mengingat masih tingginya populasi angkatan kerja di Indonesia.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka 4,68 persen.
Baca Juga: Airlangga Sebut Penjualan Kendaraan Listrik dan Hybrid Naik hingga 40 Persen Lebih
Pada periode tersebut, total angkatan kerja tercatat sebanyak 154,91 juta jiwa dengan jumlah penduduk yang terserap lapangan pekerjaan mencapai 147,67 juta orang.
Lebih lanjut, Riefky meyakini sektor ekonomi kreatif menempati posisi krusial dalam menciptakan episentrum pertumbuhan sekaligus menyerap tenaga kerja baru.
Seluruh subsektor di dalamnya dinilai Riefky memiliki kapasitas untuk memicu aktivitas ekonomi inovatif seiring dengan masifnya digitalisasi.
"Kementerian Ekraf melihat ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam menopang kelas menengah karena tiap subsektornya mampu membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru. Kami juga memiliki berbagai program pelatihan digital bagi para pegiat ekraf dan talenta muda," kata Riefky.
Baca Juga: Prabowo Perkenalkan DDMF Danantara, Disiapkan untuk Biayai Mobil Nasional hingga Giant Sea Wall
Merespons visi tersebut, KreasiKita menghadirkan platform pengembangan karier berbasis AI.
Sistem ini dirancang untuk menjembatani talenta muda dengan berbagai lowongan pekerjaan sekaligus mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memaksimalkan penggunaan teknologi digital.
Platform yang diagendakan rilis pada 18 Agustus 2026 ini akan dilengkapi dengan sejumlah fitur pendukung bermanfaat.
Beberapa di antaranya meliputi pencocokan pekerjaan (job matching), tantangan mingguan, manajemen tugas, ruang komunitas, hingga fasilitas AI Studio khusus UMKM yang menyediakan layanan pembuat gambar, video, dan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan.
CEO KreasiKita, Ivan Handryks Sitanaya, menjelaskan inovasi digital ini berfokus pada dua target sasaran.
Baca Juga: Airlangga Sebut Penjualan Kendaraan Listrik dan Hybrid Naik hingga 40 Persen Lebih
"Goals KreasiKita ada dua yaitu menolong generasi muda untuk mendapat lapangan pekerjaan dan mendorong UMKM bisa naik kelas," kata Ivan.
Menurut Ivan, integrasi fitur AI seperti generator gambar, video, dan chatbot sangat aplikatif untuk menunjang produktivitas kerja maupun operasional bisnis.
Semakin terbukanya akses terhadap instrumen mutakhir ini diharapkan mampu memperluas jangkauan talenta kreatif untuk bersaing di ekosistem pasar kerja digital.
Pada akhirnya, Ivan menilai penerapan AI yang berlandaskan pada prinsip tanggung jawab diproyeksikan akan menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan pelaku industri.
Penulis : Gilang Romadhan Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara/BPS/KompasTV
- Kementerian Ekonomi Kreatif
- Kemenekraf
- Teuku Riefky Harsya
- Artificial Intelligence
- kecerdasan buatan
- ekonomi kreatif






Komentar (0)