Ternyata Ini 5 Prinsip Psikologi yang Bikin Pasangan Tetap Bertahan Meski Hubungan Diuji

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Setiap hubungan pasti pernah melewati masa sulit. Pertengkaran, perbedaan pendapat, masalah finansial, tekanan pekerjaan, hingga perubahan dalam kehidupan dapat menguji seberapa kuat sebuah pasangan mempertahankan hubungan.

Namun, pasangan yang mampu melewati masa sulit tanpa berpisah biasanya memiliki pola tertentu dalam menjaga hubungan. Salah satunya adalah memahami bagaimana pikiran dan perilaku seseorang dapat terbentuk melalui pengalaman bersama.

Baca Juga :
6 Kebiasaan Langka Pasangan yang Betah Menghabiskan Akhir Pekan Bareng Tanpa Bosan, Hubungannya Makin Awet!
Pasangan yang Bahagia dan Harmonis Ternyata Punya 9 Ciri Ini di Rumahnya!

Dalam psikologi, terdapat sejumlah prinsip yang berkaitan dengan suggestibility, yaitu sejauh mana seseorang terbuka terhadap pengaruh atau masukan dari pasangannya. Jika diterapkan secara sehat dan saling menghargai, prinsip ini dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat. Melansir dari YourTango, berikut lima prinsip yang bisa diterapkan pasangan untuk menghadapi masa sulit.

1. Hukum Asosiasi: Ciptakan lebih banyak pengalaman positif

Pengalaman yang terjadi berulang kali bersama seseorang dapat membentuk asosiasi tertentu dalam pikiran. Artinya, ketika pasangan lebih sering mengalami momen menyenangkan bersama, kehadiran satu sama lain dapat semakin erat dikaitkan dengan rasa nyaman dan bahagia.

Sebaliknya, jika interaksi sehari-hari didominasi pertengkaran, kritik, atau sikap saling mengabaikan, hubungan dapat secara perlahan diasosiasikan dengan emosi negatif.

Karena itu, pasangan sebaiknya tetap menyisihkan waktu untuk melakukan aktivitas menyenangkan. Memasak bersama, bepergian, mencoba hobi baru, mengobrol santai, atau sekadar membuat pasangan tertawa bisa menjadi cara sederhana memperkuat ikatan emosional.

2. Hukum Pengulangan: Biasakan perilaku positif

Hubungan yang sehat tidak dibangun hanya melalui satu tindakan romantis. Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang justru memiliki pengaruh besar.

Mengucapkan terima kasih, mendengarkan ketika pasangan berbicara, meminta maaf setelah bertengkar, menunjukkan perhatian, serta berbagi pekerjaan rumah dapat menjadi kebiasaan positif.

Masalahnya, pola negatif juga bisa terbentuk dengan cara yang sama. Kebiasaan menyalahkan, bersikap defensif, meremehkan pasangan, atau memilih diam setiap kali menghadapi masalah dapat menjadi respons otomatis.

Karena itu, pasangan perlu menyadari pola yang terus berulang dan berusaha menggantinya dengan perilaku yang lebih sehat.

3. Hukum Dominasi: Jangan biarkan sisi negatif menguasai hubungan

Dalam hubungan, sifat atau perilaku yang paling dominan dapat memengaruhi suasana keseluruhan. Misalnya, jika salah satu pasangan selalu ingin menentukan keputusan sendiri, pasangan lainnya lama-kelamaan dapat merasa tidak dihargai.

Baca Juga :
Ikhtiar Menanti Kehadiran Buah Hati, Amalkan Doa Memohon Keturunan agar Segera Terjawab
Pasangan Shio yang Paling Sering Tidak Cocok, Bisa Picu Konflik dalam Hubungan
73 Persen Pasangan Tak Pernah Diskusi Soal Seks, Psikolog Peringatkan Dampaknya pada Hubungan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Info Cuaca: BMKG Prediksi Sejumlah Kota Besar di Indonesia Bakal Diguyur Hujan Hari Ini
• 14 jam lalu
0
thumb
Masih Ingat Kisah Kevin Silaban? Paskibraka yang Tetap Bertugas saat Ayahnya Meninggal Dunia
• 13 jam lalu
0
thumb
Gempa M 7,7 Guncang NTT, Dompet Dhuafa Kerahkan Relawan lewat Jalur Darat dan Udara
• 11 jam lalu
0
thumb
Pemimpin Junta Myanmar Akan Bertemu Putin Pekan Depan, Bahas Perluasan Kerja Sama
• 1 jam lalu
0
thumb
Polres Luwu Tangkap Pelaku Pencurian Berantai di Larompong, Tegaskan Komitmen Keamanan Masyarakat
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.