Hampir 1.000 Gempa Susulan Guncang NTT, BNPB Sebut Fenomena Alami Menuju Stabil

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Hampir 1.000 Gempa Susulan Guncang NTT, BNPB Sebut Fenomena Alami Menuju StabilNasional | inews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:31

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 995 gempa susulan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa magnitudo 7,7 yang terjadi Sabtu (15/8/2026). Rentetan gempa susulan yang hampirencapai 1.000 kali itu dinilai fenomena alam biasa yang terjadi pasca-gempa besar menuju kondisi normal. 

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan data tersebut tercatat hingga pukul 15.02 WIB pada hari kedua penanganan gempa.

“Untuk gempa susulan hingga tanggal 16 Agustus pukul 15.02 ini, total gempa susulan berumlah 995 kali, tetapi yang dirasakan masyarakat dari total gempa susulan yang tercatat 995 kali itu hanya 46 kali. Artinya, tidak lebih dari 10 persen dari total gempa susulan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya secara daring, Minggu (16/8/2026).

Menurut Abdul Muhari, gempa susulan berkaitan dengan proses struktur patahan untuk kembali mencapai kondisi stabil setelah gempa utama. Fenomena tersebut merupakan bagian dari proses alam yang perlu dilalui.

Baca Juga:Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan

Dia berharap energi yang dilepaskan dapat segera berkurang sehingga aktivitas gempa susulan tidak lagi signifikan dan tidak dirasakan masyarakat.

BNPB mengimbau warga yang masih berada di pengungsian untuk memeriksa kondisi rumah masing-masing sebelum kembali menempatinya.

“Tapi tentu saja kami imbau saudara kami yang masih di pengungsian, untuk bisa melakukan pengecekan rumah masing-masing, dilihat apakah ada kerusakan struktur yang retak, atau sudut-sudut rumah yang lepas, atau dudukkan kuda-kuda atap yang tidak pada tempatnya,” tuturnya.

Abdul Muhari meminta warga segera melaporkan kondisi rumah jika ditemukan kerusakan pascagempa.

“Kalau saudara kita yang terdampak memiliki kondisi rumah pasca gempa seperti tadi, segera laporkan ke aparat RT/RW terdekat, aparat desa, atau kantor BPBD setempat. Ini menjadi data awal kami untuk bisa melakukan rekapitulasi rumah rusak yang akan kita verifikasi secara teknis nantinya, agar hak-hak masyarakat dalam pemulihan dan rekonstruksi bisa kita data dari saat ini,” papar Abdul Muhari lagi.

Baca Juga:Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor

Data kerusakan rumah tersebut akan menjadi bahan awal pendataan sebelum dilakukan verifikasi teknis. Langkah ini diperlukan untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi bagi masyarakat terdampak.

#ntb

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Peralta Siap Tebar Ancaman di Super League, Jadi Kreator Serangan Saat Persib Bandung Bantai Sabah FC 3-0
• 18 jam lalu
0
thumb
Semarak HUT Kemerdekaan, Warga Ikuti Lomba dan Edukasi Keselamatan Lalu Lintas
• 11 jam lalu
0
thumb
Ribuan Pendaki Padati Gunung Bawakaraeng untuk Kibarkan Merah Putih saat HUT RI
• 8 jam lalu
0
thumb
Gerindra: Kewarganegaraan Ganda Terbatas Bisa Tarik Talenta Diaspora
• 7 jam lalu
0
thumb
Wisatawan Sempat Terjebak, Hotel Rusak, Festival Dibatalkan
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.