Zikir Kebangsaan HUT RI di Masjid Amirul Mukminin, Ustaz Das’ad Latif Ingatkan Jemaah soal Gawai

harianfajar
15 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penceramah kondang Ustaz Das’ad Latif mengingatkan masyarakat akan ancaman bahaya “penjajahan modern” melalui gawai (handphone) dan media sosial saat menyampaikan tausiyah dalam Tablig Akbar dan Zikir Kebangsaan HUT ke-81 RI di Masjid Amirul Mukminin Makassar, Minggu, 16 Agustus.

Kegiatan religi memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Yayasan Babussalam tersebut dipadati sekitar 1.000 jemaah dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam ceramahnya, Ustaz Das’ad menekankan bahwa meskipun penjajah fisik seperti Belanda dan Jepang telah angkat kaki dari Indonesia, sifat-sifat penjajahan masih membayangi bangsa melalui infiltrasi teknologi.

Menurutnya, jika penjajah zaman dahulu membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk memecah belah bangsa, kini provokasi melalui gawai dapat memicu kerusuhan hanya dalam hitungan menit.

“Penjajah zaman sekarang, apa dibawa? Handphone. Sekarang, dengan handphone, dalam waktu 5 menit bisa dia kasih rusuh Indonesia,” ujar Ustaz Das’ad di hadapan para jemaah.

Ia mengajak masyarakat untuk merdeka dari jebakan konten media sosial yang tidak berguna dan merusak moral hanya demi mengejar sensasi.

“Jangan kau mau dibodoh-bodohi medsos. Yang penting viral, biar kau injak Qur’an, biar kau kasih lihat auratmu, bertengkar kau suami istri kau siaran langsung. Itu semua penjajahan setan!,” tegasnya.

Selain menyoroti dampak buruk gawai, Ustaz Das’ad mengingatkan umat Islam untuk tidak menganggap enteng ibadah salat sebagai landasan utama kemerdekaan dari godaan setan.

Di samping itu, ia juga mengimbau jemaah agar tidak mudah menghujat petugas di lapangan, seperti aparat kepolisian yang telah bekerja keras mengayomi dan menjaga ketertiban masyarakat.

“Maka jangan kau hina polisi. Kalaupun ada polisi yang salah-salah, ulama juga ada salah-salah, semua punya salah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Pembina Yayasan Babussalam, Syarifuddin Nasution, menjelaskan bahwa kegiatan bertema “Bersatu dalam Doa, Tangguh dalam Persatuan” ini dirancang di luar area masjid kampus mereka untuk merangkul berbagai etnis dan golongan sebagai wadah pendingin suasana di tengah dinamika sosial Kota Makassar.

“Ini adalah bentuk kesyukuran kita menikmati kemerdekaan yang ke-81. Kami dari Yayasan Babussalam sangat berharap masyarakat tidak lagi terkotak-kotak, melainkan satu visi untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Kepentingan umum dan kemaslahatan bangsa harus ditempatkan di atas segalanya,” kata Syarifuddin.

Rangkaian acara kebangsaan ini turut diwarnai dengan pembacaan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Husain Achmad Al-Hamid.

Kegiatan ini dihadiri lintas elemen masyarakat, mulai dari jajaran Pemerintah Kota Makassar, Polrestabes Makassar, MUI Kota Makassar, ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, DPW Muhammadiyah, dan Wahdah Islamiyah, hingga kelompok mahasiswa serta warga umum. (adi)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Upacara HUT ke-81 RI di NTT Digelar Sederhana
• 3 jam lalu
0
thumb
Video: Gempa Susulan di NTT Terjadi Beruntun dengan Waktu Berdekatan
• 1 jam lalu
0
thumb
Ada Cara Baru Rayakan 17 Agustus, AQUA Bawa Lomba hingga Secret Gig di Blok M
• 21 jam lalu
0
thumb
Tak Daftar PSE dan Langgar Aturan, Komdigi Minta App Store dan Play Store Delisting Aplikasi Ini
• 19 jam lalu
0
thumb
Polisi Tangkap Pemuda Bawa 530 Butir Obat Keras di Tanah Abang
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.