JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan penanganan fase tanggap darurat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) selesai dalam dua hingga tiga pekan.
"Tim gabungan dari pemerintah pusat lintas kementerian/lembaga menargetkan fase tanggap darurat bisa kita selesaikan dalam dua, tiga minggu ke depan," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan pers virtual, Minggu (16/8/2026).
Baca juga: BNPB Minta Warga NTT Segera Lapor Jika Rumahnya Rusak Terdampak Gempa
Namun, Abdul menegaskan target tersebut masih dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan.
"Tetapi hasil rapat koordinasi tadi pagi, di awal kita setting target supaya tanggap darurat ini tidak terlalu lama dan kita bisa nanti langsung masuk ke fase transisi darurat," ucapnya.
Menurut Abdul, penyesuaian target dimungkinkan apabila pemantauan di wilayah terdampak menunjukkan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Baca juga: 995 Gempa Susulan Guncang NTT, Sebanyak 46 Dirasakan Warga
"Tentu saja ini bisa berubah sekiranya ada hal-hal atensi menonjol yang kita temukan dari hasil pemantauan langsung Bapak Menko dan para menteri yang saat ini sedang turun masuk di kabupaten/kota yang terdampak," kata Abdul.
Diberitakan sebelumnya, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
Akibat gempa tersebut, sebanyak 53 orang dilaporkan meninggal dunia, berdasarkan update Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu sore.
Dari data BNPB, 135 orang mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di fasilitas kesehatan setempat.
Selain itu, tercatat 154 rumah mengalami rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Komentar (0)