Hotel Bintang 4 di Labuan Bajo Rusak Diguncang Gempa 7,7 M, Ini Penampakannya

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Hotel The Jayakarta di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut. Hotel bintang empat yang telah berdiri sejak 2009 itu kini ditutup sementara untuk umum.

Pantauan kumparan, Minggu (16/8), sejumlah bangunan hotel terlihat mengalami kerusakan. Kondisi terparah berada di lantai dasar yang menjadi area lobi, restoran, dan dapur.

Tiang-tiang penyangga di lantai dasar mengalami kerusakan. Meski demikian, kerusakan tersebut belum membuat bangunan hotel roboh. Sejumlah bagian plafon juga tampak berantakan.

Di area lantai dasar, terdapat bagian tembok hotel yang roboh. Kondisi tersebut membuat pihak hotel memilih tidak mengutak-atik bagian yang rusak sambil menunggu pemeriksaan dari ahli untuk memastikan kondisi struktur bangunan.

General Manager Hotel The Jayakarta, Romeo Eko, mengatakan kerusakan yang terlihat jelas berada di bagian lantai dasar, terutama pada struktur penyangga.

“Seperti yang kita lihat, yang kelihatan tampak mata ya di bagian lantai dasar ya, lantai bawah, pada apa namanya tiang-tiang strukturnya itu yang kelihatan ya, kita belum lihat sejauh mana karena memang kita masih menunggu ahlinya untuk nanti sejauh mana terus kerusakannya terus nanti kelayakannya seperti apa kemudian,” ujar Eko saat ditemui di Lokasi, Minggu (16/8).

“Sehingga untuk itu sementara kami putuskan per hari ini, hotel ditutup dulu untuk umum,” tambahnya

Romeo mengatakan gempa terjadi saat tingkat keterisian hotel mencapai sekitar 90 persen. Gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA ketika sebagian besar tamu masih berada di kamar.

“Kita kebetulan waktu tanggal malam itu kita posisi di 90% kalau mau dibilang full. Dan itu kejadian juga pagi jam 05.58 menit WITA. Jadi memang tamu masih banyak dalam kamar, kecuali yang mau trip biasanya sudah pagi-pagi sudah ini, ya memang hampir sebagian besar pada jam itu ya tamu-tamu masih berada di kamar bahkan yang breakfast pun belum ada,” jelasnya.

Menurutnya, tamu langsung berlari keluar dan berkumpul di area parkir depan lobi setelah gempa terjadi. Para staf hotel yang sudah datang kemudian ikut membantu proses evakuasi.

Tak ada korban dalam peristiwa tersebut. Romeo menyebut proses evakuasi berjalan melalui tangga darurat karena lift dimatikan.

“Kalau korban tidak ada. Evakuasi seperti biasa, kebetulan tamu-tamu kita di atas punya jelas signage-nya mana tangga darurat dan segala macam dan memang lift-nya juga kita matikan ya tamu-tamu juga melewati jalur evakuasi yang betul lewat tangga-tangga darurat,” kata Eko.

Ia mengatakan simulasi evakuasi yang sebelumnya rutin dilakukan turut membantu proses penyelamatan tamu.

“Dan itu tadi kebetulan juga staf saya yang shift pagi sudah mulai pada berdatangan dengan otomatis karena kita juga sudah sering melakukan apa namanya itu semacam latihan-latihan evakuasi jadi ya sehingga itu mungkin juga yang memudahkan atau membuat tidak ada korban gitu,” ujarnya.

Setelah gempa, personel Polres Manggarai Barat dan Brimob juga datang ke hotel untuk membantu proses evakuasi dan memastikan kondisi tamu. Para tamu kemudian direlokasi ke sejumlah hotel lain.

“Tapi tadi alhamdulillah puji Tuhan ya bahwa atas bantuan bapak-bapak Polri dari Polres Mabar ke sini juga sehingga semua proses itu berjalan lancar walaupun kita menunggu kepastian kamar juga sampai sore,” jelasnya.

Romeo mengatakan seluruh tamu akhirnya berhasil dipindahkan ke hotel-hotel lain pada sore hari. Sementara itu, pihak The Jayakarta masih menunggu tim ahli untuk melakukan asesmen terhadap bangunan.

“Iya di area lobi itu karena tiang-tiang penyangga termasuk sampai di sini nih kan kitchen, restoran, lobi, di lantai dasar sehingga kita putuskan memang takutnya kan struktur, pasti pengaruh kan di atas kan berat. Tapi semuanya itu nanti keputusan pada saat nanti para ahlinya datang kita juga lagi menunggu makanya situasi dan kondisi ini masih seperti ini kita belum otak-atik menunggu mereka nanti bagaimana hasil asesmen hasil rekomendasi dari beliau-beliau itu,” tutup Eko.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polri Terjunkan 260 Personel untuk Perkuat Penanganan Dampak Gempa NTT
• 14 jam lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM dan LPG Tetap Berjalan Pascagempa Flores
• 11 jam lalu
0
thumb
Hotel Bintang 4 di Labuan Bajo Rusak Diguncang Gempa 7,7 M, Ini Penampakannya
• 4 jam lalu
0
thumb
Inter Milan Resmi Merekrut Djed Spence dari Tottenham dengan Kontrak hingga 2031
• 15 jam lalu
0
thumb
Kemarin, Indonesia Diguncang Tiga Gempa Dalam Sehari
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.