Pertama Kali Dibuka untuk Umum, Ini Keistimewaan Istana Wapres di IKN

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Istana Wakil Presiden (Wapres) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, untuk pertama kalinya dibuka bagi masyarakat umum selama tiga hari, 15-17 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kunjungan tersebut dibuka mulai pukul 10.00-17.00 WITA melalui pintu masuk Gerbang Plaza Demokrasi.

"Pertama kalinya dalam momentum hari kemerdekaan masyarakat bisa berkunjung ke Istana Wakil Presiden selama tiga hari, dari tanggal 15 sampai 17 Agustus 2026. Dibuka mulai pukul 10.00-17.00 Wita, melalui Gerbang Plaza Demokrasi," ujar Thomas, Sabtu (15/8/2026).

Kesempatan ini memungkinkan masyarakat melihat langsung desain dan berbagai konsep yang diterapkan pada kompleks Istana Wakil Presiden.

Dirancang sebagai Bangunan Hijau

Istana Wakil Presiden mengusung konsep bangunan hijau yang memadukan desain modern dengan lingkungan alam di sekitarnya.

Salah satu elemen yang digunakan adalah bukaan berukuran lebar. Desain ini memungkinkan cahaya alami masuk secara maksimal sekaligus memberikan pandangan ke lingkungan sekitar.

Penggunaan cahaya alami pada siang hari juga membantu mengurangi kebutuhan energi untuk pencahayaan.

Salah satu area yang menjadi bagian penting dari kompleks ini adalah Plaza Demokrasi. Di area tersebut terdapat Welcoming Forest, yakni hamparan pepohonan yang berada di antara Tangga Demokrasi.

Pepohonan dengan karakter semi-transparan dan formasi teratur dirancang untuk menciptakan suasana seperti hutan yang tetap formal. Area ini sekaligus memberikan kesan teduh dan menyambut bagi pengunjung.

Ada pula Cascading Water Stairs, yaitu tangga yang terintegrasi dengan aliran air secara bertingkat. Elemen tersebut memberikan suasana yang lebih sejuk dan menyegarkan.

Pengunjung juga dapat melewati Grand Stairs, tangga ikonik menuju Istana Wakil Presiden. Dari area ini, pengunjung dapat melihat bangunan istana dengan latar pepohonan di sekitarnya.

Sementara itu, Tangga Demokrasi memiliki 271 anak tangga. Perbedaan elevasi antara Plaza Demokrasi dan lantai dasar istana mencapai sekitar 35 meter.

Konsep Efisiensi Energi

Konsep ramah lingkungan juga diterapkan melalui penggunaan energi terbarukan. Istana Wakil Presiden menggunakan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid.

Sistem tersebut dapat menyuplai sekitar 6,6 persen dari kebutuhan daya listrik di Istana Wakil Presiden.

Selain itu, diterapkan konsep hybrid cooling yang menggabungkan ventilasi alami, kipas angin, dan pendingin udara (AC). Kombinasi ini dirancang untuk menjaga kenyamanan termal sekaligus menekan konsumsi energi.

Pengelolaan air juga menjadi bagian dari konsep bangunan hijau. Air hujan ditampung untuk digunakan kembali, antara lain untuk kebutuhan flushing dan penyiraman taman.

Istana Wakil Presiden juga dilengkapi sistem pengolahan air limbah serta pengelolaan sampah secara terpadu.

Dari sisi teknologi, Istana Wakil Presiden menerapkan konsep smart building. Sejumlah ruangan dilengkapi sensor pencahayaan untuk membantu mengatur penggunaan lampu secara lebih efisien.

Sistem juga mendukung penjadwalan lampu dan penyiraman taman. Sementara itu, berbagai peralatan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) terhubung dengan Building Management System (BMS).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Viral Guru Honorer Labura Ditahan, Kasus Dugaan Pelecehan Siswi Bermula dari Permen di Kantong Rok
• 6 jam lalu
0
thumb
Rakor Gempa, Wamensos: Jangan Biarkan Warga Terdampak Hadapi Bencana Sendirian
• 5 jam lalu
0
thumb
Seskab Teddy: Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik Bantu Penanganan Gempa NTT
• 7 jam lalu
0
thumb
Eala lanjutkan tren positif di lapangan keras Cincinnati
• 12 jam lalu
0
thumb
Pemkab Wajo Lepas Sambut Kajari, Bupati Tekankan Penguatan Sinergi Penegakan Hukum
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.