JAKARTA, KOMPAS.com- Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah menteri, kepala badan, dan pimpinan lembaga terkait pada Minggu (16/8/2026).
Baca juga: Polri Kirim Anjing Pelacak K9 Bantu Pencarian Korban Gempa NTT
"Kami dari pemerintah pusat ini menteri-menteri, kepala badan, dirut BUMN, hadir ke sini atas perintah Bapak Presiden untuk memberikan dukungan penuh, ya, terhadap eh proses tanggap darurat dan juga nanti rehab rekon. Jadi, hari ini kami melakukan rapat koordinasi," kata Pratikno dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (16/8/2026).
Pratikno mengatakan jajaran pemerintah pusat langsung turun ke lokasi untuk memastikan penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah NTT.
"Pemerintah pusat ini bener-bener full team hadir ke sini. Hadir ke sini, masing-masing menanyakan ada problem apa, dan apa yang sudah dilakukan, apa yang akan dilakukan, dan seterusnya," ucap dia.
Menurut Pratikno, koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi penting agar seluruh sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara efektif untuk menangani dampak gempa.
"Karena memang resources pusat untuk apa, tanggap darurat dan juga rehab (rehabilitasi), rekon (rekonstruksi) ini sangat besar," katanya.
Baca juga: Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan Kerahkan 3.500 Personel TNI-Polri
Selain itu, sejumlah posko telah dibentuk untuk mengoordinasikan penanganan bencana dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Bantuan logistik dari Jakarta dan sejumlah daerah lain akan dikonsolidasikan terlebih dahulu di Halim sebelum dikirimkan ke wilayah terdampak.
"Kemudian ada posko di Labuan Bajo, posko di Maumere, dan juga Pemprov dan Pemkab juga membuat posko-posko. Posko ini akan mengawal sinkronisasi program untuk tanggap darurat ini," lanjut dia.
Baca juga: Gempa NTT: 200 BTS Terdampak, Komdigi Pantau Pemulihan Jaringan Komunikasi
Dalam tahap tanggap darurat, pemerintah akan memprioritaskan keselamatan warga terdampak serta pemulihan infrastruktur yang mengalami kerusakan agar dapat kembali digunakan.
"Sambil tadi kita lakukan pembangunan pemulihan yang lebih permanen," ujar Pratikno.
Diberitakan sebelumnya, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Akibat gempa tersebut, sebanyak 47 orang dilaporkan meninggal dunia, berdasarkan update Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada pukul 18.48 WIB, pada Sabtu malam.
Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang NTT, Dompet Dhuafa Kerahkan Relawan lewat Jalur Darat dan Udara
Sementara itu, BNPB mencatat ratusan rumah rusak. Data sementara yang dikeluarkan BMKG, hingga pukul 17.00 WIB sebanyak 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum. Sebanyak 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor mengalami kerusakan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT






Komentar (0)