jpnn.com, MELAKA - Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar dan Sekjen DPP Partai Ummat Taufik Hidayat menghadiri undangan kehormatan Perdana Menteri Malaysia sekaligus Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Datuk Seri Anwar Ibrahim, dalam peresmian Kongres Nasional Keadilan 2026 di Melaka International Trade Centre (MITC), Ayer Keroh, Melaka, Sabtu (15/8).
Kongres Nasional Keadilan ke-19 yang berlangsung pada 14–16 Agustus 2026 tersebut mengusung tema “Memugar Reformasi, Membina MADANI”.
BACA JUGA: Mabes Polri Kirim Pasukan dan Tim K9 untuk Tangani Korba Gempa Flores
Kegiatan ini dihadiri ribuan perwakilan, pemerhati, anggota PKR, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Menurut Heikal Safar, rangkaian kongres diisi sejumlah agenda utama, antara lain sesi perbahasan yang melibatkan 16 pembahas dari berbagai sayap partai dan perwakilan negeri.
BACA JUGA: Gempa Flores: Warga di Wolowae Nagekeo Terisolir, Akses Jalan Terputus, Listrik Padam
Pembahasan mencakup sejumlah persoalan strategis, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat.
Agenda lainnya yakni penyampaian Anugerah Bill Kayong kepada lima keluarga sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian anggota yang dinilai berjasa kepada partai.
BACA JUGA: Megawati Keluarkan Instruksi, Sukarelawan PDIP Dikirim ke NTT Bantu Warga Terdampak Gempa
Kongres juga diramaikan Karnival Rahmah Mega serta kerja sama strategis dengan berbagai agensi pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Selain itu, penyelenggaraan Karnival Rahmah Mega dan kerja sama strategis bersama berbagai agensi pemerintah menjadi bagian penting dalam upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Heikal kepada media, Minggu (16/8/).
Dalam kesempatan tersebut, Heikal Safar dan Taufik Hidayat juga menyampaikan salam hormat dari Ketua Majelis Syuro DPP Partai Ummat Prof. Dr. HM. Amien Rais dan Ketua Umum DPP Partai Ummat Dr. Ing. Ridho Rahmadi kepada Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim serta seluruh peserta Kongres Nasional Keadilan 2026.
Heikal menuturkan, pidato kebijakan Anwar Ibrahim dalam peresmian kongres turut menyoroti sejumlah agenda penting bagi PKR dan pemerintahan Malaysia.
Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah Perjanjian Malaysia 1963, khususnya terkait hak Sabah dan Sarawak.
Anwar menegaskan bahwa persoalan tersebut menjadi agenda nasional yang membutuhkan perhatian khusus dan tidak semata-mata dipandang sebagai isu regional.
Selain itu, Anwar juga mengajak seluruh kader dan pendukung PKR untuk terus menjaga serta memperkuat semangat reformasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut Heikal, pesan tersebut menunjukkan pentingnya melanjutkan berbagai perubahan positif sekaligus menjaga semangat reformasi.
Heikal menilai kehadiran Partai Ummat dalam forum tersebut memberikan banyak pelajaran dan membuka ruang untuk memperkuat hubungan serta kerja sama dengan partai politik di luar negeri.
“Kesimpulannya, banyak manfaat yang kami petik dari kehadiran dalam undangan kehormatan Perdana Menteri Malaysia yang juga Presiden PKR. Ini menjadi pengalaman penting bagi Partai Ummat untuk semakin modern, terbuka, dan membangun kerja sama dengan para pemimpin partai, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkas Heikal. (flo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi





Komentar (0)