Peristiwa 16 Agustus: Soekarno-Hatta Diculik ke Rengasdengklok

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
Peristiwa 16 Agustus: Soekarno-Hatta Diculik ke RengasdengklokNasional | okezone | Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:00

JAKARTA - Peristiwa pengasingan Soekarno (Bung Karno) dan Mohammad Hatta (Bung Hatta) oleh golongan muda pada Kamis, 16 Agustus 1945, atau tepat 81 tahun silam, merupakan salah satu momen bersejarah.  

Pengasingan tersebut, kini disebut sebagai Peristiwa Rengasdengklok. Dari peristiwa itulah, Indonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaannya pada Jumat, 17 Agustus 1945. Karena kejadian itu, Indonesia murni merdeka karena perjuangan rakyatnya.

Peristiwa Rengasdengklok terjadi karena siasat para pemuda yang menginginkan kemerdekaan lebih cepat setelah mengetahui Jepang kalah dalam Perang Pasifik. Para pemuda yang terlibat dalam dalam penculikan Soekarno-Hatta di antaranya Soekarni, Aidit, Wikana, dan Chaerul Shaleh.

Awalnya, golongan muda yang dipimpin Chaerul Saleh mengadakan pertemuan di Gedung Lembaga Bakteriologi, Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, pada 15 Agustus 1945, malam hari. Pertemuan para pemuda tersebut untuk menyikapi kekalahan Jepang.

Baca Juga:Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 16 Juli 2026, Cek Lokasi dan Persyaratan

Dari pertemuan tersebut, dihasilkan kesepakatan bahwa para pemuda menginginkan Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan saat itu juga. Mereka juga menginginkan agar kemerdekaan bangsa Indonesia tanpa ada campur tangan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Pasalnya, golongan muda menilai PPKI merupakan bentukan Jepang. Setelah adanya kesepakatan tersebut, Wikana menemui Soekarno di Jalan Pengangsaan Timur Nomor 56. Wikana menyampaikan desakan dari para pemuda yang menginginkan kemerdekaan saat itu juga.

Namun, Soekarno menolak. Soekarno menyatakan tidak bisa melepas tanggung jawab sebagai Ketua PPKI. Setelah mendapat jawaban dari Soekarno, muncullah inisiasi para pemuda untuk menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok.

16 Agustus 1945, sekira pukul 03.00 WIB, para pemuda tersebut kemudian menculik Soekarno dan Hatta dari Jakarta ke Rengasdengklok, Karawang. Tujuan penculikan tersebut, salah satunya untuk agar Soekarno dan Hatta tidak terpengaruh dengan Jepang.

 Baca Juga:Tim Khusus Kasus Eks Jampidsus Febrie Banyak Diisi 'Alumni', Ini Kata KPK

Penculikan terhadap dua tokoh golongan tua tersebut dikomandoi oleh Shodanco Singgih. Di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta kembali didesak oleh para pemuda untuk segera memproklamirkan kemerdekaan. Namun, Soekarno kukuh menolak.  

Hingga akhirnya, terjadi kesepakatan bahwa kemerdekaan tidak akan ada campur tangan pihak Jepang, asalkan proklamasi dilaksanakan setelah Soekarno berada di Jakarta. 

Dari hasil kesepakatan tersebut, Ahmad Soebardjo selaku pihak penengah antara golongan tua dan muda kemudian menjemput Soekarno dan Hatta di Rengasdengklok untuk kembali ke Jakarta.

Kepada para pemuda, Ahmad Soebardjo meyakini dirinya sebagai jaminan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dilakukan dengan segera. Ahmad Soebardjo kemudian berhasil membawa Soekarno dan Hatta ke Jakarta.

Keesokan harinya, atau tepat pada Jumat, 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daerah Terancam Sepi Pembangunan
• 2 jam lalu
0
thumb
Kemensos Kerahkan Petugas dan Mobilisasi Bantuan Rp4,518 Miliar untuk Tangani Gempa M 7,7 di NTT
• 11 jam lalu
0
thumb
Setelah Dilamar di Sumba, Sean Gelael dan Hana Malasan Kini Resmi Bertunangan, Begini Perjalanan Cinta Mereka
• 14 jam lalu
0
thumb
Profil Chika Jessica, Artis Cantik yang Dikabarkan Dekat dengan Ruben Onsu, Bintangi FTV dan Film Terkenal
• 6 jam lalu
0
thumb
Penjual Atribut Merah Putih di Pasar Asemka Keluhkan Omzet Menurun
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.