Penjual Atribut Merah Putih di Pasar Asemka Keluhkan Omzet Menurun

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pedagang atribut dan ornamen bernuansa merah putih di Pasar Asemka, Jakarta Barat, mengeluhkan jumlah pembeli turun jika dibanding tahun lalu. Padahal hari ini sudah masuk H-2 momen 17 Agustus.

"Biasanya H-3 mau 17 (Agustus)-an ramainya, kemarin juga ramai. Memang sih kalau dibandingin tahun yang lalu, ramean tahun lalu. Kemarin aja 7 hari mau 17-an udah ramai, puncak-puncaknya 3 hari mau hari-H," kata seorang pedagang atribut topi, Amran (40), saat ditemui di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Sabtu (15/8/2026).

"Kalau tahun yang lalu, tiga hari yang lalu ini kita nggak bisa lewat ini. Sekarang aja ini agak-agak santai, biasanya saya mau keluarin motor aja nggak bisa, besok sih kayaknya ramai," lanjutnya.

Dia mengaku sudah berjualan topi bertema kemerdekaan sekitar empat tahun di Pasar Asemka. Dia mengatakan tahun lalu banyak warga mencari topi anak tapi tahun ini lebih banyak topi tulisan Indonesia untuk ibu-ibu.

"Kalau tahun lalu anak-anak karena kan buat karnaval, parade. Tahun ini ibu-ibu, yang ini, ibu-ibu kan ada olahraganya, senam. Itu jujur aja yang laku ini itu aja tuh. Dulu anak-anak sekarang udah kurang," ujarnya.

Baca juga: Kisah Ismi, Siswi Sekolah Rakyat yang Lolos Calon Paskibraka Nasional

Dia mengaku harus menurunkan harga topi dari tahun lalu senilai Rp 27.500 kini menjadi Rp 25.000. Dia mengatakan tahun lalu bisa PO barang Rp 3 juta seminggu menjelang 17 Agustus, tapi kini hanya bisa membeli Rp 1 juta, lalu baru membeli lagi jika dagangan sudah habis.

"Rp 25 ribu, udah saya turunin karena sepi kan. Stok banyak harus dihabisin. Tahun lalu Rp 27.500 aja kita kurang itu, datang lagi berapa kodi habis lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan omzetnya ikut turun karena jumlah pembeli tahun ini berkurang. Meski begitu, dia memprediksi jumlah pembeli di Pasar Asemka akan lebih ramai besok yakni h-1 hari kemerdekaan.

"Udah begitu langganan yang luar daerah sudah nggak ada, sekarang sudah nggak ada," ujarnya.

Baca juga: Ada Lomba Tarik Bus di Terminal Lebak Bulus, Warga dan Penumpang Bisa Ikut

Pedagang bendera dan atribut kemerdekaan lainnya, Ridwan (38) juga mengeluhkan kondisi yang sama. Dia mengatakan jumlah pembeli bendera dan ornamen merah putih di lapaknya juga menurun dibanding tahun lalu.

"Beda sama tahun kemarin, banyak orangnya aja jalan-jalan. Pembeliannya nggak terlalu kayak tahun kemarin. Beda banget," katannya.

Dia mengatakan menjelang hari kemerdekaan lebih banyak warga yang mencari pernak pernik hiasan kemerdekaan. Dia mengatakan warga yang membeli bendera biasanya di awal bulan Agustus.

"Ya bendera, aksesori, campur. Tengah-tengah mau menjelang akhir banyakan aksesori yang nyarinya, kayak model ginian, bendera yang kayak gini, stiker, hiasan sepeda, yang santai. Nyarinya kebanyakan. Kalau bendera paling tanggal 5 tanggal 6 tuh, kalau tanggal-tanggal akhir buat hiasan-hiasan," ujarnya.




(mib/aud)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
84 Hari Tanpa Hujan, Bima Kekeringan Ekstrem
• 20 jam lalu
0
thumb
Transjakarta Ubah Operasional Saat HUT ke-81 RI, 7 Rute Berhenti Sementara
• 10 jam lalu
0
thumb
Gubernur NTT Minta Toko Makanan Beri Akses ke Warga: Tagihan Dibayar Pemprov
• 6 jam lalu
0
thumb
RI Berhasil Swasembada Jagung dan Garam, Menko Zulhas: Kita Sudah Tidak Impor Lagi
• 21 jam lalu
0
thumb
Rekomendasi 5 Film Korea Romantis di Netflix dengan Rating Tinggi untuk Long Weekend
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.