Pantau - Kementerian Kebudayaan memperkenalkan kekayaan varietas bambu Indonesia sekaligus cara perawatan, pengawetan, pengolahan, dan pemanfaatannya kepada generasi muda melalui Program Belajar Bersama Maestro Kriya Bambu 2026.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Pagelaran & Syukuran Belajar Bareng Maestro Bambu dan Senam Kebudayaan Indonesia bertema Serumpun Bambu, Sejuta Karya di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Berdasarkan siaran pers Kementerian Kebudayaan, program tersebut mencakup kegiatan pembelajaran bersama Maestro Kriya Bambu Jatnika Nanggamiharja selama 30 hari di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Saung Ranggon yang merupakan karya lima peserta Program Belajar Bersama Maestro Kriya Bambu 2026 bersama Jatnika Nanggamiharja turut dipamerkan.
Generasi Muda Belajar Langsung dari Maestro BambuFadli mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai banyak varietas bambu sehingga pengetahuan mengenai pengelolaannya penting diteruskan kepada generasi muda.
Menurut dia, generasi muda perlu memperoleh kesempatan mempelajari pengelolaan bambu secara langsung dari para ahli yang memiliki pengalaman di bidang tersebut.
"Lewat program Belajar Bersama Maestro, generasi muda dapat mempelajari cara melakukan perawatan, pengawetan, dan pengolahan bambu dari ahlinya langsung," kata Fadli.
Fadli memandang kriya bambu bukan hanya sebagai hasil kerajinan, melainkan juga bagian dari ekspresi budaya sekaligus penggerak kegiatan ekonomi.
Ia menilai pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan yang dimiliki para maestro serta generasi senior perlu diteruskan kepada generasi muda untuk mendukung keberlanjutan kebudayaan.
"Kita harapkan para maestro dan senior-senior, pengalamannya, pengetahuannya, kebijaksanaannya, perlu disalurkan, dibagi kepada generasi muda," katanya.
Bambu telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia dengan beragam fungsi dalam kehidupan sehari-hari maupun perjalanan sejarah bangsa.
Masyarakat Indonesia memanfaatkan bambu untuk membangun rumah, membuat berbagai perkakas, menulis manuskrip, hingga membuat senjata yang digunakan untuk mendukung perjuangan.
Bambu Dimanfaatkan dari Angklung hingga KonstruksiMaestro Kriya Bambu Jatnika Nanggamiharja mengatakan Indonesia termasuk negara yang menghasilkan banyak produk kriya berbahan bambu.
"Indonesia adalah negara budaya dan ekonomi kreatif bambu terbanyak di dunia. Banyak karya yang dibuat dari bambu, mulai dari angklung, anyaman, peralatan, mebel, obat-obatan, makanan, hingga konstruksi," kata Jatnika.
Pemanfaatan bambu di Indonesia mencakup berbagai bidang, mulai dari kesenian melalui angklung, kerajinan berupa anyaman, peralatan sehari-hari, furnitur, obat-obatan, makanan, hingga bahan konstruksi.
Program Belajar Bersama Maestro dijalankan oleh Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda memperoleh pengetahuan dan pengalaman secara langsung dari para maestro melalui kegiatan residensi.
Para peserta menjalani residensi selama 30 hari di daerah tempat masing-masing maestro berkarya sehingga proses pembelajaran berlangsung langsung di lingkungan kerja dan penciptaan sang maestro.
Enam Bidang Kebudayaan Libatkan Para MaestroProgram Belajar Bersama Maestro 2026 menghadirkan maestro dari beragam bidang kebudayaan dan kesenian sebagai sarana transfer pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan kebijaksanaan kepada generasi muda.
Ahmad Tohari dihadirkan sebagai maestro bidang sastra, sedangkan Sulistyo Tirtokusumo menjadi maestro bidang tari bedhaya.
Jatnika Nanggamiharja menjadi maestro bidang kriya bambu dan Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto menjadi maestro bidang randai.
I Gusti Nengah Nurata menjadi maestro bidang seni lukis, sementara Jaja Miharja dan Sanggar Sinar Jaya menjadi bagian dari program untuk bidang lenong Betawi.
Program tersebut diharapkan menjadi sarana penerusan pengetahuan dan keterampilan dari para maestro kepada generasi muda sekaligus mendukung keberlanjutan berbagai kekayaan budaya Indonesia.





Komentar (0)