Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa dengan titik pusat di Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) dini hari ini telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Berdasarkan laporan terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana alam tersebut menelan 38 korban jiwa dan membuat puluhan orang terluka. Ribuan masyarakat juga terpaksa mengungsi demi menghindari risiko dampak lanjutan. Situasi darurat ini dinilai membutuhkan perhatian dan penanganan sesegera mungkin dari pemerintah.
Yorrys mengimbau seluruh pihak dari tingkat pusat hingga daerah untuk melakukan koordinasi secara maksimal. Hal ini bertujuan memastikan seluruh korban dan masyarakat terdampak memperoleh penanganan secara cepat sekaligus tepat sasaran.
"Sebagai Pimpinan DPD RI, saya menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa yang melanda wilayah NTT," ujar Yorrys dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).
Pemerintah diminta segera memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian. Layanan esensial seperti ketersediaan makanan, air bersih, hingga tempat bernaung yang layak harus diutamakan. Perlindungan khusus juga wajib diberikan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.
"Pemerintah harus memastikan setiap korban memperoleh bantuan. Jangan sampai masyarakat yang berada di wilayah terdampak kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar maupun pelayanan kesehatan," tegasnya.
Selain bantuan fisik, Yorrys menilai akurasi informasi di tengah situasi pascagempa sangatlah krusial. Masyarakat terdampak diharap terus berkoordinasi dengan lembaga resmi seperti BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah. Langkah ini penting guna mencegah kepanikan serta menekan peredaran informasi simpang siur di lapangan.
Penanganan bencana dengan skala masif seperti ini mutlak membutuhkan kolaborasi lintas lembaga secara terpadu. Anggota TNI, Polri, tenaga kesehatan, hingga relawan harus bergerak selaras demi mempercepat proses evakuasi dan pencarian. Proses pendataan korban juga harus dilakukan secara akurat sebagai basis penentuan langkah distribusi bantuan.
"Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Setiap perkembangan harus dipantau dan dilaporkan secara berkala sehingga keputusan yang diambil pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan," katanya.
Pihak DPD RI memastikan akan terus memantau situasi secara langsung melalui kantor perwakilan daerah dan anggota dari Daerah Pemilihan NTT. Yorrys menegaskan penanganan bencana tidak boleh berhenti hanya pada saat situasi darurat berakhir. Masyarakat terdampak harus mendapat jaminan kehadiran negara hingga fase rehabilitasi serta rekonstruksi usai.
"Dalam situasi seperti ini, solidaritas dan gotong royong seluruh anak bangsa sangat dibutuhkan. Mari kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita di NTT dan memberikan dukungan agar mereka dapat segera bangkit dari musibah ini," pungkas Yorrys.
(akn/ega)






Komentar (0)