Ricuh di Aceh, Tokoh: Bendera GAM Cukup Dihormati Sebagai Sejarah, Bukan untuk Kepentingan Tertentu

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Tokoh sekaligus negosiator perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen mengingatkan kepada masyarakat Aceh bahwa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) harus dihormati sebagai sejarah, bukan untuk kepentingan tertentu.

"Pendapat kita dan diskusi di perundingan Helsinki tahun 2005. Kita harus hormati bendera GAM sebagai sejarah, itu paling penting. Menggunakan bendera GAM untuk kepentingan lain menurut saya tidak bagus," kata Juha Christensen, di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga
  • Kericuhan Pecah saat Peringatan 21 Tahun Perjanjian Perdamaian Aceh
  • Setelah NTT, Sumatra Utara Juga Diguncang Gempa Kencang, Getaran Sampai ke Aceh
  • Prochiz Rayakan Hari Kemerdekaan Lewat Festival Keju Terbesar di Indonesia

Pernyataan itu disampaikan Juha Christensen kepada awak media usai mengikuti peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 dengan tajuk 'Pelaksanaan Penyelesaian Konflik Secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan, dan Bermartabat Dalam Kerangka NKRI' yang diselenggarakan Badan Reintegrasi Aceh (BRA), di Balai Meuseuraya Aceh, Kota Banda Aceh

Penegasan tersebut juga disampaikan Juha Christensen sebagai respon terkait aksi pengibaran bendera GAM atau bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh hari ini oleh massa, hingga menimbulkan kericuhan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dia menegaskan aksi pengibaran bendera GAM tersebut tidak baik terhadap suasana perdamaian Aceh. Semua pihak harus mengingat bahwa amanah MoU Helsinki atau damai Aceh itu adalah bermartabat.

"Itu tidak bagus untuk suasana (kibarkan bendera GAM). Kita harus juga ingat itu di butir MoU adalah dignity for all (bermartabat untuk semua)," ujarnya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bandara Ngurah Rai Bali umumkan penerbangan rute NTT berjalan normal
• 20 jam lalu
0
thumb
Bayang Tsunami Flores 1992 Kembali Bikin Panik Warga Selayar
• 22 jam lalu
0
thumb
Musiala sempat pingsan, Bayern juara Telekom Cup usai kalahkan Leipzig
• 2 jam lalu
0
thumb
Google Resmi Memperkenalkan Gemini 3.7 Flash
• 22 jam lalu
0
thumb
Istana Pastikan Persiapan Peringatan HUT 81 RI Sudah 99 Persen
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.