Putin Sebut Rusia-Korut Sepakat Perkuat Kerja Sama untuk Stabilitas Kawasan

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia dan Korea Utara akan memperdalam kerja sama untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin melalui pesan untuk memperingati Hari Pembebasan Korea dari penjajahan Jepang pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Putin mengatakan Rusia dan Korea Utara akan terus mengembangkan kerja sama konstruktif dalam berbagai isu bilateral maupun internasional.

“Hari ini, hubungan antara Moskow dan Pyongyang telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai kemitraan strategis yang komprehensif,” ujar Putin, seperti dikutip Asiaone.

Putin juga menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara akan terus memperluas kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan internasional.

“Saya yakin kita akan terus melanjutkan kerja sama konstruktif dalam isu-isu bilateral dan internasional yang mendesak demi menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan benar-benar demokratis, untuk kesejahteraan rakyat Rusia dan Korea,” katanya.

Putin turut menyinggung sejumlah “proyek bersama” yang tengah dijalankan kedua negara. Namun, dia tidak memberikan rincian mengenai proyek yang dimaksud.

Hubungan Rusia dan Korea Utara semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk melalui peningkatan kerja sama pertahanan dan politik di tengah ketegangan Rusia dengan negara-negara Barat. Kenang Tentara Soviet Pernyataan Putin disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pembebasan Korea, yang menandai berakhirnya penjajahan Jepang di Semenanjung Korea pada 1945.

Sehari sebelumnya, Jumat (14/8), Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi Menara Pembebasan di Pyongyang untuk mengenang tentara Soviet yang gugur dalam perang melawan Jepang pada Perang Dunia II.

Kim meletakkan karangan bunga atas namanya di monumen tersebut. Karangan bunga itu bertuliskan, “Kami tidak akan melupakan jasa para pahlawan tentara Soviet.”

Dalam kesempatan tersebut, Kim mengatakan sejarah perjuangan bersama dan “ikatan darah” yang terbentuk di medan perang menjadi fondasi bagi semakin eratnya hubungan Rusia dan Korea Utara.

Hubungan kedua negara kemudian berkembang menjadi kemitraan strategis yang lebih luas.

Rusia dan Korea Utara menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif pada 2024. Kesepakatan tersebut memperkuat hubungan politik dan pertahanan kedua negara serta mencakup komitmen untuk memberikan bantuan jika salah satu pihak menghadapi agresi.

Kedekatan Moskow dan Pyongyang menjadi perhatian Amerika Serikat dan sekutunya, terutama terkait kerja sama militer kedua negara dan dukungan Korea Utara terhadap Rusia dalam perang di Ukraina.

Dengan hubungan yang semakin erat, Rusia dan Korea Utara kini berupaya memperluas kerja sama tidak hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga dalam berbagai agenda bilateral dan internasional. (Razaqa Hariz)

Baca juga:  Zelensky Klaim Sekitar 50 Ribu Tentara Korea Utara Sedang Menuju Rusia


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Massa Zikir Akbar Kibarkan Bendera Bulan Bintang
• 1 jam lalu
0
thumb
Dukung Langkah Pemerintah, Motor Listrik VinFast Dijamin Lebih Ekonomis dan Ramah di Kantong
• 3 jam lalu
0
thumb
Putin Sebut Rusia-Korut Sepakat Perkuat Kerja Sama untuk Stabilitas Kawasan
• 1 jam lalu
0
thumb
[FULL] Wakil Bupati Nagekeo Ungkap Kondisi Terkini: Gempa Susulan Masih Terjadi | KOMPAS SIANG
• 5 jam lalu
0
thumb
Tutup Manhole Rusak, Jalan Perbatasan Ciputat-Pondok Pinang Terancam Amblas
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.