Badan Geologi Temukan Indikasi Likuifaksi Usai Gempa NTT

republika.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan terdapat indikasi bencana likuifaksi di wilayah Waekokak usai terjadi gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Indikasi tersebut berupa adanya mata air yang keluar beberapa saat usai gempa terjadi."Jenis likuifaksi berupa semburan air berpasir atau lumpur," ucap Kepala Badan Geologi ESDM Lana Saria saat sesi konferensi pers, Sabtu (15/8/2026).

Ia mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari likuifaksi ini adalah kerusakan tanah, pondasi yang relatif rendah hingga sedang. Likuifaksi yang terjadi tidak seperti di Palu."Likuifaksi ini masih dalam kategori relatif aman dan bukan seperti kasus likuifaksi tipe Palu yang dapat mengalir jauh,"kata dia.

Baca Juga
  • Korban Jiwa Terus Bertambah Usai Gempa NTT, Kepala BNPB Ungkap Ada 38 Orang Meninggal Hingga Sore
  • Bupati Sikka: Guncangan Susulan Masih Terasa, Warga Belum Berani Pulang Usai Gempa Besar
  • Dosen STKIP Taman Siswa Bima Berdayakan Guru SD Susun LKPD Berbasis Kearifan Lokal Mbojo

Kepala Badan Geologi melanjutkan pihaknya masih perlu memastikan dengan identifikasi lapangan untuk memastikan apakah likuifaksi atau bukan. Sementara itu, penyebab gempa bumi yang terjadi karena sesar naik busur belakang Flores."Sesar naik busur belakang Flores, tercatat pernah menyebabkan gempa bumi merusak dan beberapa diantaranya memicu tsunami,"ungkap dia.

Ia mengatakan gempa bumi yang diikuti tsunami diantaranya gempa bumi Flores Utara pada tahun 1961 dan gempa bumi Flores tahun 1992. Gempa bumi yang merusak lainnya melanda Pulau Flores diantaranya gempa bumi Solor pada tahun 1982 dan Gempa bumi Manggarai taun 2003.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Gempa M7,7 di Nagekeo, NTT. - (BMKG)

Ia menambahkan pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan serta mengikuti arahan petugas. Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak terpancing atas isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terhadap bangunan setelah terjadi gempa bumi," kata dia. Sebelumnya, belasan orang meninggal dunia akibat gempa bumi di Flores.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Geger Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Dirampok Asing
• 17 jam lalu
0
thumb
JK Ajak Aceh Jadikan 21 Tahun Perdamaian sebagai Momentum Memperkuat Pembangunan dan Keadilan
• 9 jam lalu
0
thumb
Update Gempa NTT, 38 Orang Meninggal dan 2000 Mengungsi, Logistik Masih Kurang
• 14 jam lalu
0
thumb
Peristiwa 16 Agustus: Soekarno-Hatta Diculik ke Rengasdengklok
• 4 jam lalu
0
thumb
Puan Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.