Bupati Sikka: Guncangan Susulan Masih Terasa, Warga Belum Berani Pulang Usai Gempa Besar

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SIKKA — Gelombang guncangan susulan akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dirasakan warga sampai Sabtu (15/8/2026) sore.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago mengatakan situasi tersebut membuat masyarakat setempat belum berani kembali pulang ke rumah masing-masing hingga saat ini. Kabupaten Sikka merupakan salah satu wilayah terparah akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang menghantam NTT, pada Sabtu (15/8/2026)pagi.

Baca Juga
  • Vokalis Voice of Baceprot Soroti Rusaknya Jalan di Garut: Bayangkan Perasaan Ibu Hamil yang Lewat
  • Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan Pascagempa NTT
  • Refleksi Pers Digital dan Harapan Baru PWI Jabar

Juventus meyakini jumlah pengungsi akan terus bertambah. Dia berharap, warga yang meninggal dunia tak bertambah. “Kalau di Sikka itu saja sudah seribuan lebih yang mengungsi. Mereka masih takut kembali ke rumah karena gempa-gempa susulan masih terjadi sampai saat ini,” ujar Juventus saat dihubungi Republika dari Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

“Untuk korban jiwa, di Maumere (ibu kota Sikka) itu tercatat tiga orang. Dan kita berdoa semoga tidak bertambah,” sambung dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pemerintahan Kabupaten Sikka, kata dia, akan menerapkan status darurat kebencanaan. Meski demikian, jangka waktunya,  belum ditetapkan. Dia menjelaskan, hingga saat ini penanganan pascabencana terus dilakukan bersama.

“Kita bekerjasama semua untuk terus memastikan penanganan pascabencana ini berjalan dengan baik, sehingga semua dapat teratasi. Termasuk memastikan masyarakat yang mengungsi mendapatkan pelayanan melalui posko-posko pengungsian,” ujar dia.  

View this post on Instagram

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Nasib Warga Flores di Dekat Pusat Gempa 7,7 Magnitudo Belum Diketahui
• 19 jam lalu
0
thumb
Kabar Baik! Presiden Prabowo Subianto Targetkan Renovasi Sekolah Rampung pada Tahun 2029
• 9 jam lalu
0
thumb
Mau Diskon 17% Tiket Kereta Api? Begini Cara Belinya
• 7 jam lalu
0
thumb
Pertamina Turunkan Harga Bright Gas Per 15 Agustus 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
ABP Nilai 121 Kebijakan Transformatif Prabowo Harus Berdampak Nyata hingga Akar Rumput
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.