KUPANG, KOMPAS - Gempa bumi dengan Magnitudo 7,7 terjadi di Laut Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Pusat gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami itu berada sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbai, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Hampir dua jam setelah gempa berlalu, warga di dekat pusat gempa belum diketahui.
Wilayah terdekat pusat gempa adalah kawasan Marpokot, Kabupaten Nagekeo. Wilayah tersebut membentang di sisi utara Pulau Flores, hanya berjarak belasan kilometer dari pusat gempa yang memiliki kedalaman 15 kilometer itu.
Pada Sabtu pagi, Kompas sempat menghubungi Ani Memi, Kepala SMP Marpokot. Pada panggilan pertama sekitar pukul 06.10 menggunakan telepon via WhatsApp, muncul keterangan berdering namun tidak tersambung.
Artinya, nomor tersebut terkoneksi jaringan internet. Akan tetapi, panggilan beberapa menit kemudian tidak lagi terhubung jaringan internet. Beberapa orang, termasuk awak media, juga berusaha menghubungi warga di Marpokot, tetapi tidak tersambung.
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pada Sabtu menjelang pukul 06.00 Wita itu diikuti beberapa gempa susulan.
Setelah gempa, beredar foto dan video yang menggambarkan kepanikan warga yang mengamankan diri di luar bangunan. Ada juga video kerusakan bangunan yang timbul akibat gempa, seperti rumah dan fasilitas publik.
"Goyangan besar sekali. Kami sampai mual," kata Vicko Raga Mudja, warga Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, yang berlokasi tak jauh dari pusat gempa.
Vicko pun mengaku khawatir dengan kondisi sejumlah warga pesisir di Marpokot yang belum bisa dihubungi. "Kami paling khawatir dengan nasib mereka," ucapnya.
Emilia Oma, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, mengatakan, gempa terasa cukup kuat. Serasa seperti dalam ayunan. Banyak orang berlari ketakutan. Labuan Bajo berada di ujung barat Flores.
Panus Kopong, warga di Pulau Adonara, NTT, mengatakan, gempa pertama itu kemudian diikuti gempa susulan. Namun, Panus mengaku tak sempat menghitung berapa kali gempa susulan yang terjadi. Adonara berada di sebelah timur Pulau Flores.
Goyangan besar sekali. Kami sampai mual
Hingga saat ini belum ada informasi ada tidaknya tsunami di wilayah pesisir utara Flores. Belum ada juga laporan mengenai ada tidaknya korban yang timbul.
Kompas.id terus melaporkan dan memperbaharui informasi dan data terkait gempa magnitudo 7,7 berpotensi tsunami yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.






Komentar (0)