JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, jumlah korban ini BNPB dapatkan berdasarkan data yang lembaganya himpun hingga Sabtu pukul 15.00 WIB.
“Sampai dengan pukul 15.00 WIB sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian, 2 jiwa luka berat, 11 luka ringan,” kata Suharyanto, dalam jumpa pers secara daring, pada Sabtu.
Baca juga: Update Data Korban Gempa NTT Pukul 11.30 WIB: 20 Tewas, 6 Terluka, dan 2 Tertimbun
Selain korban jiwa, sejumlah warga terdampak dilaporkan mengungsi secara mandiri.
“Kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri,” ucap dia.
Untuk kerusakan, BNPB mencatat sejumlah ruas jalan tertutup longsor akibat gempa.
Namun, data kerusakan jalan masih dalam pendataan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Baca juga: TNI Kerahkan Prajurit, Hercules, dan KRI untuk Bantu Korban Gempa NTT
Sejumlah rumah warga, puskesmas, dan satu rumah sakit di Maumere juga dilaporkan rusak.
“Tetapi tentu saja ini adalah hari pertama terjadinya bencana, datanya akan berkembang terus dan nanti akan diberikan informasi kepada rekan-rekan media secara day-to-day, hari per hari,” ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Komentar (0)