Kemhan Klarifikasi Logo Instansi di Kapal Milik Swasta untuk Mobilisasi Program Pangan Nasional

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengklarifikasi polemik terkait penempelan logo instansi pada kapal pesiar milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kapal pesiar berlogo instansi Kemhan yang fotonya viral di media sosial, merupakan milik swasta yang dipakai untuk kepentingan negara.

Dia menjelaskan, penggunaan logo institusi dilakukan karena kapal milik swasta tersebut tengah dikerahkan untuk mendukung operasional dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan nasional di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat memberi klarifikasi kapal pesiar berlogo instansi Kemhan yang fotonya viral di media sosial, merupakan milik swasta yang dipakai untuk kepentingan negara. 

DOK. KEMHAN Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait memberi klarifikasi kapal pesiar berlogo instansi Kemhan yang fotonya viral di media sosial, merupakan milik swasta yang dipakai untuk kepentingan negara.

"Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera," kata Rico di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Lebih lanjut Rico menerangkan, bahwa penggunaan logo Kemhan berkaitan dengan fungsi kapal dalam mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan.

"Jadi, yang perlu dipahami adalah kepemilikan kapal tetap berada pada pihak swasta, sedangkan penggunaannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG: Ancaman Tsunami Berstatus Siaga 0,5-3 Meter di NTT, NTB, Sulsel
• 8 jam lalu
0
thumb
Tutup Manhole Rusak, Jalan Perbatasan Ciputat-Pondok Pinang Terancam Amblas
• 19 jam lalu
0
thumb
14 Orang Tewas Akibat Serangan di Sudan
• 12 jam lalu
0
thumb
Pidato Presiden Mengecewakan PPPK Paruh Waktu, 20 Ribu GTK Siap Bergerak ke Istana
• 20 jam lalu
0
thumb
WAMI Distribusikan Royalti Periode II, Eross hingga Hindia Penerima Tertinggi
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.