Kupang, ERANASIONAL.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat melakukan pemulihan sistem kelistrikan setelah gempa bumi mengguncang wilayah Laut Flores pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 06.00 WITA.
Petugas PLN langsung bersiaga untuk memastikan operasional sistem kelistrikan tetap berjalan di sejumlah wilayah terdampak.
Namun, beberapa gempa susulan yang terjadi menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan, di antaranya padamnya PLTMG Maumere dan PLTMG Rangko.
Kondisi tersebut berdampak pada pasokan listrik di sejumlah lokasi di NTT sehingga terjadi pemadaman sementara.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat berkekuatan magnitudo 7,0 hingga 7,7.
Episentrum gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami.
PLN kemudian melakukan pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap. Dari sisi pembangkit, pemulihan diawali dengan pengecekan dan penanganan PLTD di wilayah Labuan Bajo yang telah dinyatakan dalam kondisi aman.
Selain pembangkit, PLN juga melakukan pemulihan pada jaringan transmisi dan gardu induk yang terdampak gangguan.
Seluruh proses dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas serta masyarakat.
Dalam proses pemulihan, PLN memprioritaskan pasokan listrik untuk fasilitas-fasilitas vital, seperti rumah sakit dan posko penanganan bencana.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan listrik bagi masyarakat dan layanan darurat tetap dapat terpenuhi setelah gempa.
PLN mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Warga juga diminta mengikuti perkembangan informasi serta arahan resmi dari BMKG dan BPBD setempat.
Informasi mengenai kondisi kelistrikan dan layanan PLN dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center PLN 123. []






Komentar (0)