Korban tewas akibat gempa 7,7 magnitudo di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi lima orang.
"Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang,” kata Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dikutip dari Antara, Sabtu (15/8).
Melki menyebut korban tewas di antaranya dua di Maumere, Kabupaten Sikka, dan 3 lainnya di Kabupaten Manggarai. Korban tewas diduga akibat terkena reruntuhan bangunan.
"Tetapi, kami akan pastikan lagi penyebabnya karena apa," ujar dia.
"Siang nanti kami akan berangkat ke Flores dan sore nanti kami sampaikan update-nya lagi, mulai dari korban jiwa serta kerusakan," sambungnya.
Pernah Diguncang Gempa DahsyatSebelum ini, NTT pernah dihantam gempa besar Pada 12 Desember 1992. Saat itu, gempa berkekuatan 7,8 Magnitudo yang berpusat di laut Flores mengakibatkan dampak mematikan di sekitar kawasan.
"Pada 12 Desember 1992 gempa bumi berkekuatan 7,8 Magnitudo yang berpusat di Laut Flores pernah terjadi dan memicu gelombang tsunami dahsyat setinggi hingga 25 meter di beberapa titik," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, saat dihubungi, Sabtu (15/8).
Pada 12 Desember 1992 gempa bumi berkekuatan 7,8 Magnitudo yang berpusat di Laut Flores pernah terjadi dan memicu gelombang tsunami dahsyat setinggi hingga 25 meter di beberapa titik," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, saat dihubungi, Sabtu (15/8).
Akibatnya, sejumlah wilayah seperti wilayah pesisir utara Flores, termasuk Kota Maumere, Kabupaten Sikka terdampak parah.
"Begitu juga dengan Pulau Babi yang berada di sekitarnya," kata Suharyanto.
Menurut Suharyanto, ini adalah salah satu catatan gempa paling mengerikan di Indonesia.
"2.500 korban meninggal dunia dan 2.103 orang mengalami luka-luka. Kerusakan Infrastruktur, menghancurkan ribuan rumah warga di sepanjang pesisir, melumpuhkan fasilitas umum, memutus akses jalan dan jembatan, serta merusak sarana pendidikan, peribadatan, dan kesehatan," kata Suharyanto.






Komentar (0)