Jokowi Layak Disebut Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia, Karyanya Dirasakan Daerah

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Lampung, Bustami Zainudin, mengapresiasi penghormatan yang disampaikan Ketua DPD RI Sultan B Najamudin kepada para Presiden terdahulu dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Ketua DPD RI memberikan apresiasi kepada para Presiden berdasarkan capaian dan kontribusi masing-masing bagi perjalanan bangsa. Untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Sultan menyematkan sebutan sebagai “Bapak Infrastruktur”. Penghormatan tersebut disampaikan dalam kapasitas DPD RI sebagai salah satu lembaga yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Sidang Bersama DPR dan DPD RI.

Bustami Zainudin menilai penyebutan Jokowi sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia bukan sekadar ungkapan penghormatan, melainkan memiliki dasar yang kuat apabila melihat berbagai pembangunan yang berlangsung selama dua periode kepemimpinannya.

“Menurut saya, ketika Pak Jokowi disebut sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia, itu bukan sekadar memberikan julukan. Ada fakta yang bisa kita lihat dan rasakan di lapangan. Hampir di seluruh daerah, masyarakat merasakan hadirnya pembangunan infrastruktur selama beliau memimpin,” ujar Bustami.

Menurut Bustami, pembangunan infrastruktur pada era Jokowi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi di berbagai daerah. Pembangunan jalan, jembatan, jalan tol, pelabuhan, bandara, bendungan hingga infrastruktur pendukung lainnya menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan nasional.

Ia menilai pembangunan tersebut memiliki arti penting bagi daerah karena infrastruktur merupakan salah satu kunci untuk membuka keterisolasian, memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sebagai anggota DPD yang mewakili daerah, kami melihat sendiri bagaimana pembangunan infrastruktur memberikan perubahan bagi masyarakat. Ada daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, kemudian aksesnya terbuka. Ada sentra produksi yang semakin mudah terhubung dengan pasar. Ini adalah warisan pembangunan yang manfaatnya tidak berhenti ketika sebuah pemerintahan berganti,” kata Bustami.

Bustami menegaskan, apresiasi terhadap capaian Presiden terdahulu seharusnya ditempatkan dalam perspektif kebangsaan. Setiap pemerintahan memiliki tantangan, kebijakan, dan capaian masing-masing yang menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa Besar Berskala M7 Guncang NTT, BMKG: Berpotensi Tsunami
• 3 jam lalu
0
thumb
Jelang Musim Baru Super League, Persib Kembali Tambah Sponsor
• 15 jam lalu
0
thumb
Kala Merah-Putih Berkibar di Lapas: Penyesalan dan Harapan Kesempatan Kedua
• 23 jam lalu
0
thumb
Renovasi Sekolah Ditargetkan Rampung 2029, Mendikdasmen: Anggaran Kita Usulkan
• 15 jam lalu
0
thumb
Enam Inovasi AI Unggulan Tampil di Demo Day AI Connect Innovation Lab
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.